acehworldtime.com – Kepala Keamanan Iran, Ali Larijani, menyampaikan pesan kepada dunia Muslim bahwa negaranya tetap “teguh” dalam perjuangannya melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Dalam pernyataannya yang dilansir Al Jazeera, Larijani menyampaikan kekecewaannya atas apa yang digambarkannya sebagai kurangnya dukungan dari negara-negara mayoritas Muslim ketika Iran menghadapi serangan.
“Beberapa negara bahkan melangkah lebih jauh, menyatakan Iran sebagai musuh mereka hanya karena Iran menargetkan pangkalan Amerika – serta kepentingan Amerika dan Israel – yang terletak di wilayah mereka sendiri,” ujar Larijani.
Meskipun Iran menegaskan bahwa serangannya hanya menyasar kepentingan AS di Timur Tengah, terdapat laporan bahwa drone dan rudal mereka telah menargetkan situs sipil, termasuk hotel dan instalasi energi di wilayah Teluk.
Larijani menegaskan bahwa Iran tidak dapat “diharapkan untuk berdiam diri dengan tangan terikat” sementara pangkalan AS berada di negara-negara tetangga. “Konfrontasi saat ini, pada kenyataannya, adalah antara Amerika dan Israel di satu sisi, dan Iran Muslim serta kekuatan perlawanan di sisi lain. Jadi, Anda berada di pihak mana?” tandas pejabat Iran itu.
Dalam pidatonya, ia juga menyerukan persatuan umat Muslim dan menekankan bahwa Iran tidak mencari “hegemoni” atas kawasan tersebut. “Anda tahu betul bahwa Amerika tidak memiliki loyalitas, dan bahwa Israel, pada kenyataannya, adalah musuh Anda,” katanya.
IRGC Umumkan Serangan ke-56 Menyasar Sasaran AS dan Israel
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan telah menargetkan Komando Selatan militer Israel dan fasilitas perusahaan senjata Israel Rafael sebagai bagian dari gelombang serangan ke-56 dalam perang yang sedang berlangsung. Selain itu, IRGC juga menyatakan telah menyerang Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, serta posisi kelompok oposisi bersenjata di Erbil, wilayah Kurdi semi-otonom Irak, melalui unit drone mereka.
Menteri Luar Negeri Iran Sebut Ratusan Warga Sipil Tewas
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel telah menewaskan ratusan warga sipil di negaranya. “Laporan mengklaim bahwa beberapa negara tetangga yang menampung pasukan AS dan mengizinkan serangan terhadap Iran juga secara aktif mendorong pembantaian ini. Sikap harus segera diklarifikasi,” tegas Araghchi.
Sebelumnya, The New York Times melaporkan bahwa mantan Presiden AS Donald Trump telah melakukan kontak rutin dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman, yang diduga mendukung perang tersebut. Namun, sebuah sumber Saudi membantah laporan tersebut kepada Al Arabiya.***



Komentar