Aceh
Beranda » Realisasi APBA 2026 Tembus 23,27 Persen, Melampaui Target

Realisasi APBA 2026 Tembus 23,27 Persen, Melampaui Target

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Teuku Kamaruzzaman atau yang akrab disapa Ampon Man. (Foto: Dok. Istimewa)

BANDA ACEH – Realisasi keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2026 hingga akhir April tercatat mencapai 23,27 persen atau sekitar Rp2,7 triliun dari total pagu Rp11,6 triliun.

Capaian ini melampaui target yang ditetapkan sebesar 21,40 persen, dengan deviasi positif sebesar +1,87 persen.

Sementara itu, realisasi fisik juga menunjukkan tren positif dengan capaian 26,3 persen, lebih tinggi dari target 24,4 persen, atau mengalami deviasi positif yang sama sebesar +1,87 persen.

Data ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program dan kegiatan pemerintah berjalan relatif lebih cepat dari rencana pada empat bulan pertama tahun anggaran.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Teuku Kamaruzzaman (Ampon Man), mengatakan Pemerintah Aceh menargetkan realisasi keuangan pada akhir Mei 2026 dapat mencapai 29,28 persen, seiring dengan percepatan pelaksanaan kegiatan di seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA).

Buka Musrenbang RKPA 2027, Mualem: Aceh Butuh Rp40 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana

Berdasarkan rincian per instansi, terdapat sejumlah SKPA yang mencatat deviasi positif signifikan, antara lain:

– Badan Kepegawaian Aceh (BKA): +15,81 persen

– Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA): +10,66 persen

– Biro Kesejahteraan Rakyat (Ro. Kesra): +10,43 persen

Selain itu, Dinas Pendidikan dan sejumlah unit lainnya juga menunjukkan capaian di atas target.

Tekad Majukan Aceh, Mualem Tegaskan Hubungan Solid Bersama Wagub Fadhlullah

Perhatikan SKPA yang Tertinggal

“Namun demikian, masih terdapat beberapa SKPA yang realisasinya berada di bawah target. Kondisi ini menjadi perhatian untuk dilakukan percepatan pelaksanaan kegiatan pada bulan-bulan berikutnya,” kata Ampon Man.

Secara umum, kinerja realisasi APBA hingga April 2026 mencerminkan tren positif, meskipun masih terdapat ketimpangan antar instansi. Pemerintah diharapkan terus mendorong optimalisasi penyerapan anggaran guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement