acehworldtime.com – FIFA memastikan Tim Nasional Iran tetap akan ambil bagian dalam ajang Piala Dunia FIFA 2026 yang digelar pada musim panas mendatang, meski situasi geopolitik tengah memanas akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang menegaskan bahwa status Iran sebagai tim yang telah lolos kualifikasi tidak dapat diganggu gugat.
“Tim Iran pasti akan datang. Kami berharap pada saat itu situasinya damai. Tetapi Iran harus datang. Mereka mewakili rakyat mereka. Para pemain ingin bermain,” ujar Infantino, dikutip dari ESPN, Rabu (15/4/2026).
Turnamen edisi 2026 sendiri akan berlangsung di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Namun, seluruh pertandingan fase grup Iran dijadwalkan berlangsung di wilayah Amerika Serikat.
Kondisi ini sempat memicu polemik. Pemerintah Iran sebelumnya mengisyaratkan kemungkinan tidak tampil atau bersedia mengikuti turnamen dengan syarat pertandingan dipindahkan ke Meksiko.
Namun, permintaan tersebut ditolak FIFA. Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, turut menegaskan bahwa seluruh agenda pertandingan tetap berjalan sesuai rencana awal.
Infantino menekankan bahwa olahraga seharusnya tidak terpengaruh oleh dinamika politik global. Ia bahkan telah menemui langsung skuad Iran saat menjalani pemusatan latihan di Antalya, Turki.
“Mereka benar-benar ingin bermain dan mereka seharusnya bermain. Olahraga seharusnya berada di luar politik,” tegasnya.
Iran dijadwalkan memulai perjuangan mereka pada 15 Juni 2026 dengan menghadapi Selandia Baru di SoFi Stadium, California. Selanjutnya, Iran akan berhadapan dengan Belgia pada 21 Juni, sebelum menutup fase grup melawan Mesir di Seattle pada 26 Juni.
Apabila berhasil melaju ke fase gugur, pertandingan Iran kemungkinan besar tetap akan digelar di wilayah Amerika Serikat.
Di tengah situasi tersebut, Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa tim Iran tetap dipersilakan datang dan akan mendapatkan perlakuan yang baik, meski ketegangan geopolitik masih berlangsung.***









Komentar