News
Beranda » Viral Guru dan Murid Baku Hantam di Kelas, Ternyata Hanya Prank Ulang Tahun

Viral Guru dan Murid Baku Hantam di Kelas, Ternyata Hanya Prank Ulang Tahun

Tangkapan layar video yang viral memperlihatkan adegan kericuhan di dalam kelas yang sempat disalahartikan sebagai pertengkaran nyata antara murid dan guru. Ternyata, kejadian tersebut hanyalah sebuah drama atau prank yang dibuat oleh para siswa sebagai kejutan untuk wali kelasnya. Foto: Dok. Istimewa

acehworldtime.com – Sebuah video yang memperlihatkan kericuhan di dalam kelas berupa aksi saling dorong dan baku hantam antara seorang murid dengan sosok yang diduga guru perempuan sempat viral dan mengejutkan publik sempat menuai kecaman luas dari warganet.

Dalam video yang beredar, terlihat adegan yang sangat nyata seolah-olah terjadi pertengkaran serius, bahkan disaksikan oleh teman-teman sekelas lainnya. Banyak netizen yang langsung memberikan komentar negatif dan menilai hal tersebut sangat tidak pantas terjadi dalam lingkungan pendidikan.

Namun, fakta di balik video tersebut ternyata jauh berbeda. Belakangan diketahui bahwa kejadian tersebut sama sekali tidak benar terjadi, melainkan hanya sebuah prank atau drama yang sengaja dibuat oleh para siswa.

Salah satu siswi yang terlibat, Cindy Aulia, akhirnya menyampaikan klarifikasi resmi dan meminta maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan. Ia menjelaskan maksud dan tujuan sebenarnya dari pembuatan video tersebut.

“Saya Cindy Aulia, bersama tiga teman saya, meminta maaf sebesar-besarnya atas kegaduhan yang viral di media sosial. Sebenarnya kejadian tersebut tidak benar terjadi, itu hanya prank,” kata Cindy dalam video klarifikasi yang diterima, Sabtu (25/4/2026).

Ilham Rizky Maulana Bantah Tuduhan Dukung Pembentukan Empat Batalyon di Aceh: Itu Hoaks yang Berbahaya

Ia menjelaskan bahwa sosok yang berpakaian seperti guru dan terlihat bertengkar dengannya sebenarnya adalah temannya sendiri.

“Saya tidak bertengkar dengan guru, melainkan hanya drama dengan teman saya yang memakai baju praktik sehingga terlihat seperti guru,” jelasnya.

Diketahui, video tersebut sebenarnya dibuat sebagai bentuk kejutan atau kado ulang tahun untuk Wali Kelas mereka. Sayangnya, karena adegan yang diperankan sangat nyata dan tanpa keterangan yang jelas, video tersebut justru disalahartikan sebagai aksi tawuran atau ketidakdisiplinan di sekolah.

Cindy juga memohon kepada seluruh pengguna media sosial agar tidak lagi menyebarluaskan video tersebut karena sudah menimbulkan kesalahpahaman yang luas dan merugikan pihak sekolah maupun guru.

“Kami meminta maaf atas video yang kami posting. Kami mohon tidak menyebarkan hoaks dan informasi yang tidak benar,” tambahnya.

Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial, serta tanggung jawab pembuat konten agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement