ACEH UTARA – Sebanyak 11 desa yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Aceh Utara terdampak banjir rob dan abrasi pantai yang kian meluas sejak pekan lalu. Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyatakan fenomena ini terjadi akibat cuaca ekstrem yang memicu gelombang tinggi serta pasang air laut purnama.
Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti, menyampaikan laporan terbaru tersebut di Banda Aceh, Kamis (21/5/2026). Ia menjelaskan bahwa wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Lapang dengan tiga desa, yaitu Gampong Kuala Cangkoi, Matang Baroh, dan Kuala Keureuto. Selanjutnya di Kecamatan Seunuddon yakni Gampong Kuala Lhok Puuk; Kecamatan Samudera meliputi Gampong Kuala Sawang dan Blang Nibong.
Dampak serupa juga dirasakan di Kecamatan Dewantara mencakup Gampong Glumpang Sulu Timu dan Bluka Teubai, serta Kecamatan Muara Batu dengan tiga desa terdampak yakni Gampong Bungkaih, Cot Seurani, dan Meunasah Drang.
Berdasarkan data lapangan, air pasang masih terus menggenangi pemukiman warga, merendam badan jalan, hingga merusak areal persawahan. Meski tidak ada laporan korban jiwa, Bahron mengingatkan bahwa wilayah ini memang rawan diterjang gelombang tinggi hampir setiap tahun, sehingga masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan perluasan dampak bencana.
“Daerah ini hampir setiap tahun diterjang gelombang tinggi, masyarakat harus tetap waspada,” tegas Bahron.
Akibat genangan air yang belum surut, sebanyak 179 kepala keluarga (KK) dari tiga desa di Kecamatan Lapang terpaksa mengungsi ke rumah kerabat masing-masing. Rinciannya, 56 KK dari Gampong Kuala Cangkoi, 103 KK dari Matang Baroh, dan sekitar 20 KK dari Kuala Keureuto. Air laut yang terus pasang surut masih menggenangi rumah warga maupun hunian sementara di lokasi terdampak.
Pihak BPBD Kabupaten Aceh Utara telah merespons kejadian ini dengan menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) di lokasi bencana. Tim tersebut terus berkoordinasi dengan Muspika setempat guna memantau perkembangan situasi dan membantu kebutuhan warga yang terdampak.***









Komentar