Aceh News
Beranda » Viral! Pelajar di Aceh Tengah Pertaruhkan Nyawa Menyeberangi Sungai Demi Sekolah

Viral! Pelajar di Aceh Tengah Pertaruhkan Nyawa Menyeberangi Sungai Demi Sekolah

Pelajar berjalan hati-hati melewati jembatan darurat rusak satu-satunya akses ke sekolah di Aceh Tengah. Foto: Tangkapan Layar Instagram @serta_lia_gali

ACEH TENGAH – Kondisi jembatan yang menjadi akses utama menuju Desa Reje Payung, Kemukiman Wih Dusun Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, kini menjadi sorotan publik. Hal ini bermula dari video yang viral di media sosial pada Selasa (12/5/2026), yang memperlihatkan sejumlah pelajar harus melintasi jembatan apung yang rusak untuk berangkat ke sekolah.

Jembatan tersebut diketahui mengalami kerusakan pascabanjir hidrometeorologi, namun hingga saat ini belum mendapatkan penanganan secara permanen. Sebelumnya, jembatan apung ini dibangun secara swadaya oleh masyarakat dan relawan, dan kini kondisinya semakin parah sehingga mengganggu seluruh aktivitas warga, terutama saat debit air sungai meningkat.

Dalam unggahan yang dibagikan akun media sosial @serta_lia_gali, disebutkan bahwa insiden berbahaya baru saja terjadi. “Hari ini saat siswa dan para gurunya hendak menyeberangi sungai, satu siswa nyaris terbawa arus sungai lantaran jembatan yang mereka lalui telah terendam oleh sungai,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

Dari rekaman video yang beredar, terlihat para siswa yang mengenakan seragam sekolah berjalan dengan sangat hati-hati melintasi aliran sungai melalui jembatan darurat yang sebagian besar sudah terendam air. Sejumlah warga pun terlihat turun tangan membantu proses penyeberangan demi mencegah risiko hanyut yang bisa menimpa siapa saja yang melintas.

Tak hanya menjadi jalur pendidikan, jembatan ini juga merupakan satu-satunya akses penghubung bagi lima desa di wilayah tersebut. Akibat kerusakan yang terjadi, masyarakat pun kesulitan menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari urusan ekonomi, mobilitas harian, hingga keperluan lainnya.

Banjir Kembali Rendam Sejumlah Gampong di Lhoksukon Aceh Utara, Dua Sekolah Tergenang

“Sudah berkali-kali ini menjadi pusat perhatian namun sampai saat ini belum ada tindakan dari pihak pemerintah,” keluh akun pengunggah video, yang mewakili perasaan masyarakat setempat.

Videonya yang menyebar luas pun memicu berbagai reaksi dari warganet. Banyak dari mereka yang meminta pemerintah daerah hingga pemerintah pusat segera turun tangan dan memberikan perhatian serius. Sorotan utama pun tertuju pada pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur dasar di daerah yang terdampak bencana, serta memastikan keselamatan para siswa yang setiap harinya harus melewati jalur berisiko ini demi menuntut ilmu.

Warga setempat pun berharap, peristiwa siswa yang nyaris terseret arus ini menjadi pengingat sebelum terjadi hal yang lebih buruk dan menimbulkan korban jiwa. Harapan besar mereka tertuju pada pembangunan jembatan permanen, agar seluruh aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan lancar dan aman.

Kondisi ini juga kembali menegaskan bahwa pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur di daerah terpencil masih menjadi tantangan tersendiri di Indonesia, terutama setelah diterpa bencana alam. Seringkali, pemerintah daerah membutuhkan dukungan anggaran serta kerja sama lintas instansi agar dapat mempercepat perbaikan dan pembangunan kembali fasilitas publik yang rusak.***

Banjir Bandang Hantam Aceh Tenggara, Puluhan Rumah Rusak dan Jalan Nasional Sempat Lumpuh

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement