Skip to content
Logo
IG
HOME ACEH NASIONAL DUNIA POLITIK HUKUM OLAHRAGA BOLA PENDIDIKAN EKONOMI OPINI
LAINNYA ▾
KRIMINAL BUDAYA KESEHATAN WISATA EDITORIAL

Teungku Nyak Sandang Wafat di Usia 100 Tahun, Jejak Pengabdian untuk Negeri Tak Terlupakan

Posted on April 7, 2026April 7, 2026 by admin
Almarhum Teungku Nyak Sandang, sosok patriot penyumbang dana pembelian pesawat pertama Republik Indonesia, diabadikan bersama ikon sejarah Seulawah RI-001.

ACEH JAYA – Kabar duka datang dari Aceh. Nyak Sandang, sosok yang dikenal atas kontribusinya dalam pembelian pesawat pertama Republik Indonesia, meninggal dunia pada Selasa (7/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIB di kediamannya di Desa Lhuet, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya.

Informasi tersebut disampaikan oleh cucunya, Ataillah. Ia menyebutkan bahwa almarhum mengembuskan napas terakhir di rumah setelah sebelumnya lebih banyak beraktivitas di dalam rumah karena faktor usia.

Baca juga: Ketua DPRK Aceh Utara Ikut Retret Nasional di Akademi Militer Magelang

“Kakek meninggal jam 12 tadi di rumah,” ujar Ataillah saat dikonfirmasi.

Menurut keluarga, Nyak Sandang juga sempat beberapa kali menjalani perawatan di rumah sakit dalam beberapa waktu terakhir. Rencananya, almarhum akan dimakamkan di kampung halamannya di Desa Lhuet, sementara pihak keluarga kini tengah melaksanakan proses fardu kifayah.

Baca juga: Jamaluddin Ditetapkan Mualem sebagai Plt Ketua KPA Wilayah Kuta Radja

Kepergian Nyak Sandang pada usia 100 tahun meninggalkan duka mendalam, terutama karena jasanya yang besar bagi negara. Ia dikenal sebagai salah satu penyumbang utama dalam pengadaan pesawat Seulawah RI-001, pesawat pertama milik Indonesia.

Sosok Sederhana dengan Jiwa Patriot

Baca juga: 21 Tahun Damai Aceh: Abu Lapang Ajak Seluruh Elemen Jaga Momentum Persatuan

Nyak Sandang, yang memiliki nama lengkap Teungku Nyak Sandang bin Lamudin, merupakan sosok rakyat biasa asal Aceh yang menunjukkan dedikasi luar biasa terhadap negara.

Di usia senjanya, ia lebih banyak menghabiskan waktu di rumah karena kondisi fisik yang menurun. Meski demikian, kisah perjuangannya tetap hidup dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Kontribusi yang diberikannya menjadi bukti bahwa perjuangan bangsa tidak hanya dilakukan oleh tokoh besar, tetapi juga oleh rakyat kecil dengan semangat pengorbanan tinggi.

Peran Penting dalam Sejarah Seulawah RI-001

Untuk memahami besarnya jasa Nyak Sandang, perlu melihat kembali situasi Indonesia pada tahun 1948. Saat itu, Indonesia yang baru merdeka menghadapi tekanan agresi militer Belanda.

Dalam kondisi tersebut, Soekarno melakukan kunjungan ke Aceh untuk mengajak masyarakat berkontribusi dalam pengadaan pesawat sebagai sarana strategis perjuangan.

Nyak Sandang yang saat itu berusia 23 tahun tergerak untuk membantu. Ia menyumbangkan aset berharganya berupa sebidang tanah dengan sekitar 40 batang kelapa, yang kemudian dijual seharga Rp100 perak. Selain itu, ia juga menyumbangkan emas seberat 10 gram pada tahun 1950.

Kontribusi tersebut menjadi bagian dari penggalangan dana rakyat Aceh untuk membeli pesawat Dakota yang kemudian dikenal dengan nama Seulawah RI-001.

Nama “Seulawah” sendiri berarti “Gunung Emas”, mencerminkan kontribusi emas dari masyarakat Aceh dalam pembelian pesawat tersebut.

Sebagai bukti, Nyak Sandang menerima surat obligasi dari pemerintah Indonesia yang mencatat sumbangan tersebut sebagai utang negara kepada rakyat Aceh. Dokumen itu disimpan dengan baik selama puluhan tahun dan menjadi bukti penting keterlibatan masyarakat Aceh dalam sejarah penerbangan Indonesia.

Dikenal Luas dan Diberi Penghargaan

Kisah Nyak Sandang mulai dikenal luas publik pada 2018 setelah keberadaan surat obligasi tersebut terungkap. Sejak itu, perhatian terhadap sosoknya semakin meningkat.

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, bahkan sempat menemui Nyak Sandang dan memenuhi sejumlah kebutuhannya, mulai dari operasi katarak, ibadah umrah, hingga pembangunan masjid di kampung halamannya.

Sebagai bentuk penghargaan negara, Nyak Sandang juga dianugerahi Bintang Jasa Utama oleh Presiden Prabowo Subianto. Momen penganugerahan tersebut berlangsung penuh haru ketika Presiden Prabowo menunjukkan penghormatan dengan membungkuk saat menyematkan lencana.

“Saya hanya ingin menyampaikan atas nama negara dan bangsa, terima kasih atas jasa-jasa pengabdian saudara,” ujar Presiden Prabowo dalam kesempatan tersebut.

Warisan Nilai Patriotisme

 

Kisah hidup Nyak Sandang menjadi pengingat bahwa perjuangan kemerdekaan tidak hanya diwarnai oleh tokoh besar, tetapi juga oleh rakyat biasa dengan semangat luar biasa.

Pengorbanannya dalam menyumbangkan harta di masa sulit mencerminkan kecintaan mendalam terhadap Tanah Air. Nilai-nilai patriotisme yang ditinggalkannya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus bangsa.

Nyak Sandang bukan sekadar nama dalam catatan sejarah, melainkan simbol pengabdian tulus seorang rakyat kepada negara.***

Komentar Batalkan balasan

BERITA TERKAIT

Soal Tuduhan “Merampok” Dana JKA, Pemprov Aceh: Itu Tidak Pantas dan Fitnah

ACEH

Tantangan Timnas Indonesia U-17 Jelang Piala Dunia U-17 2025

BOLA

Penggeledahan Kasus TPPU Febrie Adriansyah Sasar Sejumlah Lokasi

HUKUM

Berita Populer

Aceh World Time Logo
PORTAL BERITA TERDEPAN

Baca Berita Terkini & Terpercaya

Informasi akurat & transparan seputar Aceh & Nasional.

Kunjungi Website
INSTAGRAM OFFICIAL

Jangan Lewatkan Update Visual Menarik!

Follow @acehworldtimenews untuk berita harian tercepat.

Follow Instagram
AKSES BERITA 24 JAM

Kabar Terkini Dalam Genggaman Anda

Cepat, tajam, dan up-to-date setiap saat.

Baca Sekarang
©2026 Aceh World Time | Design: Newspaperly WordPress Theme
Aceh World Time Logo
Redaksi | Tentang kami | Pedoman Media Siber
Copyright © 2026 AWT