Skip to content
Logo
IG
HOME ACEH NASIONAL DUNIA POLITIK HUKUM OLAHRAGA BOLA PENDIDIKAN EKONOMI OPINI
LAINNYA ▾
KRIMINAL BUDAYA KESEHATAN WISATA EDITORIAL

Dari Tangerang Untuk Aceh: Tiga Masjid Rusak Akibat Banjir Kini Kembali Digunakan

Posted on Mei 8, 2026 by admin
Bangunan masjid yang telah diperbaiki dan siap digunakan kembali, hasil kerja sama Pemerintah serta masyarakat Kota Tangerang, sebagai bagian program pemulihan 12 masjid terdampak banjir di Aceh.

acehworldtime.com – Sebanyak tiga dari 12 masjid yang rusak akibat bencana banjir di Aceh telah selesai direnovasi dan kini dapat digunakan kembali. Perbaikan ini merupakan wujud nyata kepedulian dan bantuan yang disalurkan oleh masyarakat Kota Tangerang, Banten, bekerja sama dengan berbagai pihak terkait.

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menyampaikan bahwa bantuan ini adalah bentuk kasih sayang dan perhatian warga Tangerang terhadap saudara sebangsa dan setanah air yang sedang mengalami musibah. Menurutnya, masjid memiliki kedudukan istimewa, bukan sekadar tempat beribadah, melainkan juga pusat kegiatan dan tumpuan kehidupan sosial masyarakat. Oleh sebab itu, pemulihan bangunan ini berarti juga memulihkan semangat warga untuk kembali bangkit.

Baca juga: Pemerintah Aceh Raih Penghargaan Lestari Awards 2025 dari Serikat Perusahaan Pers

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat kehidupan masyarakat. Karena itu, ketika masjid kembali berdiri dan kembali digunakan, maka semangat masyarakat untuk bangkit juga ikut tumbuh. Semoga bantuan ini menjadi penguat ukhuwah dan membawa manfaat bagi masyarakat Aceh,” ujar Sachrudin di Tangerang, Jumat (8/5/2026).

Sebelumnya, tepat pada Rabu (6/5/2026), Tim Peduli Aceh–Sumatera yang dibentuk oleh elemen masyarakat Kota Tangerang telah melakukan peresmian penggunaan kembali tiga masjid yang selesai diperbaiki. Ketiga masjid tersebut adalah Masjid Babulfalah dan Masjid At-Taqwa yang berada di Desa Mananggini, Kabupaten Aceh Tamiang, serta Masjid Madinah Japakeh di Kabupaten Pidie Jaya.

Baca juga: Kapolres Lhokseumawe Hadiri Doa & Buka Puasa Bersama KPA/PA Wilayah Pase

Kegiatan ini merupakan bagian dari rencana besar pemulihan 12 masjid yang rusak parah akibat banjir. Program ini berjalan berkat kerja sama sinergis antara masyarakat Kota Tangerang, Pemerintah Kota Tangerang, DPRD Kota Tangerang, Majelis Ulama Indonesia (MUI), BAZNAS, PPPA Daarul Qur’an, serta berbagai komunitas yang ada di Kota Tangerang.

Ketua Tim Peduli Aceh – Sumatera, Ika Lestari, menjelaskan, renovasi yang dilakukan bukan sekadar memperbaiki fisik bangunan yang rusak, melainkan juga mengembalikan harapan, kenyamanan, dan semangat beribadah masyarakat pasca diterjang bencana.

Baca juga: Hentikan Pematokan Lahan, Ketua DPRK Aceh Utara Tinjau Sengketa Bersama Pansus

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang, Turidi Susanto, menambahkan bahwa bantuan ini menjadi simbol nyata rasa cinta dan persaudaraan. Meskipun nilainya mungkin belum mampu menutupi seluruh kebutuhan pemulihan pasca bencana, namun ini adalah bukti kehadiran dan kepedulian saudara mereka dari jauh.

“Bantuan ini mungkin belum seberapa dibanding kebutuhan masyarakat, tetapi inilah bentuk cinta dan kepedulian masyarakat Kota Tangerang untuk saudara-saudara kami di Aceh,” ungkap Turidi.

Meskipun baru diresmikan pada awal Mei 2026 ini, pekerjaan renovasi ketiga masjid tersebut sejatinya sudah rampung dan siap digunakan sejak sebelum masuk bulan suci Ramadhan lalu. Kedatangan tim ke lokasi kini lebih bermakna sebagai bentuk dukungan moral dan penegasan pesan persaudaraan, solidaritas, serta semangat untuk bangkit bersama.

Kehadiran bantuan ini disambut haru dan rasa syukur tinggi oleh masyarakat setempat. Datuk Penghulu Kampung Mananggini, Moh. Jali, menceritakan betapa memprihatinkannya kondisi kedua masjid di desanya saat baru saja diterjang banjir. Lumpur tebal setinggi satu meter menutupi ruangan, kerusakan terjadi di mana-mana, dan saat itu warga merasa bingung bahkan tidak tahu harus mulai memperbaiki dari mana.

“Waktu kejadian banjir, kondisi masjid sangat parah. Untuk masuk saja rasanya berat karena kerusakan begitu besar. Lumpur menimbun masjid sampai sekitar satu meter dan kami tidak tahu harus mulai renovasi dari mana,” kenang Moh. Jali.

Kini, dengan selesainya perbaikan, ia mengaku sangat bersyukur karena masyarakat kembali memiliki tempat ibadah yang aman, bersih, dan nyaman, sekaligus menjadi titik awal harapan baru pemulihan kondisi sosial masyarakat pasca bencana.***

Komentar Batalkan balasan

BERITA TERKAIT

Temui BNPB di Jakarta, Bupati Al-Farlaky Perjuangkan Dana Stimulan Korban Banjir Aceh Timur

NASIONAL

Presma UIN Ar-Raniry Tantang Prabowo Turun Langsung ke Aceh Tanpa Protokol, Klaim Nol Pengungsi Dinilai Tak Sesuai Fakta

ACEH

Pemuda Lae Butar Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Aceh Singkil

ACEH

Berita Populer

Aceh World Time Logo
PORTAL BERITA TERDEPAN

Baca Berita Terkini & Terpercaya

Informasi akurat & transparan seputar Aceh & Nasional.

Kunjungi Website
INSTAGRAM OFFICIAL

Jangan Lewatkan Update Visual Menarik!

Follow @acehworldtimenews untuk berita harian tercepat.

Follow Instagram
AKSES BERITA 24 JAM

Kabar Terkini Dalam Genggaman Anda

Cepat, tajam, dan up-to-date setiap saat.

Baca Sekarang
©2026 Aceh World Time | Design: Newspaperly WordPress Theme
Aceh World Time Logo
Redaksi | Tentang kami | Pedoman Media Siber
Copyright © 2026 AWT