ACEH UTARA — Di tengah sorotan publik terkait minimnya kemunculan Imum Jon di ruang publik, dukungan justru datang dari kalangan pemuda di daerah pemilihannya.
Dpc Muda Seudang Meurah Mulia dan Syamtalira Bayu yang dikenal sebagai basis utama dukungan pada Pemilu DPRA 2024–2029 menilai bahwa kinerja Imum tidak dapat diukur hanya dari tingkat popularitas atau intensitas tampil di media.
Ketua Himpunan Mahasiswa Meurah Mulia, Muhammad Khatami, menegaskan bahwa Imum tetap menunjukkan kinerja, meskipun belum sepenuhnya maksimal. Ia menilai hal tersebut wajar mengingat masa jabatan yang masih berada di tahap awal.
“Menilai kinerja dewan tidak bisa hanya dari seberapa sering muncul di publik. Tanggung jawabnya mencakup seluruh Aceh. Namun untuk daerah pemilihan V, khususnya Lhokseumawe dan Aceh Utara, kami melihat sudah ada kerja nyata, terutama di basis beliau,” ujar Muhammad Khatami kepada acehworldtime.com, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, program pokok pikiran (pokir) yang dijalankan selama ini lebih banyak difokuskan pada sektor keagamaan dan sosial. Ia menilai sejumlah program pembangunan yang telah berjalan merupakan bagian dari realisasi komitmen tersebut.
“Tidak tepat jika kinerja politisi hanya diukur dari aktivitas ‘public show’. Ada banyak kerja yang tidak terlihat langsung di publik,” tambahnya.
Khatami juga mengingatkan agar kritik terhadap wakil rakyat tetap dilakukan secara proporsional. Ia menilai tidak adil jika seluruh kekurangan di daerah langsung dibebankan kepada satu figur.
“Jangan karena ada perwakilan lain yang tidak maksimal, lalu semua diarahkan ke Imum. Kami melihat kinerjanya tetap berjalan,” tegasnya.
Pandangan serupa disampaikan oleh Aris, Ketua Dpc Muda Seudang Syamtalira Bayu. Ia menepis anggapan bahwa Imum pasif selama menjabat sebagai anggota DPRA.
“Imum masih tergolong baru. Selama ini ia aktif membangun komunikasi, terutama di basisnya. Ia juga terlibat dalam berbagai forum musyawarah, baik di tingkat masyarakat maupun provinsi,” ujarnya.
Aris menambahkan bahwa komunikasi dengan pemerintah provinsi juga terus dilakukan, termasuk dengan Gubernur Aceh, guna mendorong pembangunan di daerah pemilihan.
Dukungan dari kalangan pemuda ini menjadi sinyal bahwa penilaian terhadap kinerja wakil rakyat tidak selalu sejalan dengan persepsi yang berkembang di ruang publik, melainkan juga dipengaruhi oleh kedekatan dan dampak langsung di masyarakat.***




Komentar