ACEH TENGAH — Sebanyak 10 desa di dua kecamatan di Kabupaten Aceh Tengah kembali terisolir setelah jembatan darurat hanyut akibat meluapnya sungai pasca hujan deras. Insiden tersebut juga berdampak pada terhambatnya percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) di Kemukiman Jamat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, Andalika, mengatakan hujan deras yang mengguyur wilayah itu pada Selasa (31/3/2026) menyebabkan debit air sungai meningkat hingga merusak dan menghanyutkan tiga jembatan darurat yang sebelumnya dibangun oleh TNI.
Ketiga jembatan tersebut masing-masing berada di Kala Ili, Kecamatan Linge; Jembatan Burlah di Kecamatan Ketol; serta Jembatan Bergang di Kecamatan Ketol.
“Terputusnya ketiga jembatan ini menyebabkan terisolirnya kembali beberapa kampung di Kecamatan Linge dan Ketol,” kata Andalika, Kamis (2/4/2026).
Adapun desa-desa yang terisolir di Kecamatan Linge meliputi Kampung Linge, Kampung Jamat, Kampung Delung Sekinel, Kampung Kutenireje, dan Kampung Reje Payung. Sementara di Kecamatan Ketol yakni Desa Burlah, Kampung Kekuyang, Kampung Bintang Pepara, Kampung Bergang, dan Kampung Karang Ampar.
Menurut Andalika, putusnya jembatan Kala Ili tidak hanya menyebabkan keterisoliran wilayah, tetapi juga berdampak signifikan terhadap percepatan pembangunan huntara dan hunian tetap (huntap) komunal di Kemukiman Jamat, Kecamatan Linge. Hal ini disebabkan terganggunya distribusi material bangunan ke lokasi pembangunan.
“Harapan kita agar akses secepatnya kembali fungsional dan aman, maka perlu segera dilakukan percepatan pemasangan jembatan bailey di ketiga lokasi tersebut sebelum jembatan permanen dibangun kembali,” jelasnya.
Selain itu, hujan deras juga memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah titik, di antaranya Kampung Mendale dan Paya Tumpi di Kecamatan Kebayakan; Kampung Mongal di Kecamatan Bebesen; Kampung Linung Bulen 1 di Kecamatan Bintang; Kampung Lumut di Kecamatan Linge; serta Kampung Bies di Kecamatan Bies.
Akses transportasi di jalan provinsi Bintang–Simpang Kraft sempat lumpuh di tiga titik akibat badan jalan tertimbun longsor.
“Saat ini BPBD telah mengerahkan satu unit excavator untuk membersihkan material longsoran, dengan harapan akses jalan Bintang–Simpang Kraft dapat kembali fungsional dan lancar. Untuk perbaikan jembatan, tim juga sudah turun melakukan peninjauan dan perencanaan,” pungkas Andalika.***




Komentar