Skip to content
Logo
IG
HOME ACEH NASIONAL DUNIA POLITIK HUKUM OLAHRAGA BOLA PENDIDIKAN EKONOMI OPINI
LAINNYA ▾
KRIMINAL BUDAYA KESEHATAN WISATA EDITORIAL

10 Desa di Aceh Tengah Kembali Terisolir Usai Jembatan Darurat Hanyut Diterjang Banjir

Posted on April 2, 2026April 2, 2026 by admin
Salah satu jembatan darurat di wilayah Ketol Kabupaten Aceh Tengah kembali rusak akibat banjir bandang, di Aceh Tengah, Rabu (1/4/2026). ANTARA/HO-BPBA

ACEH TENGAH — Sebanyak 10 desa di dua kecamatan di Kabupaten Aceh Tengah kembali terisolir setelah jembatan darurat hanyut akibat meluapnya sungai pasca hujan deras. Insiden tersebut juga berdampak pada terhambatnya percepatan pembangunan hunian sementara (huntara) di Kemukiman Jamat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, Andalika, mengatakan hujan deras yang mengguyur wilayah itu pada Selasa (31/3/2026) menyebabkan debit air sungai meningkat hingga merusak dan menghanyutkan tiga jembatan darurat yang sebelumnya dibangun oleh TNI.

Baca juga: Kejati Aceh Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Beasiswa Pemerintah Aceh 2021-2024, Satu Diantaranya Pernah Jabat PJ Walikota Langsa

Ketiga jembatan tersebut masing-masing berada di Kala Ili, Kecamatan Linge; Jembatan Burlah di Kecamatan Ketol; serta Jembatan Bergang di Kecamatan Ketol.

“Terputusnya ketiga jembatan ini menyebabkan terisolirnya kembali beberapa kampung di Kecamatan Linge dan Ketol,” kata Andalika, Kamis (2/4/2026).

Baca juga: Finland Has An Education System The Other Country Should Learn From

Adapun desa-desa yang terisolir di Kecamatan Linge meliputi Kampung Linge, Kampung Jamat, Kampung Delung Sekinel, Kampung Kutenireje, dan Kampung Reje Payung. Sementara di Kecamatan Ketol yakni Desa Burlah, Kampung Kekuyang, Kampung Bintang Pepara, Kampung Bergang, dan Kampung Karang Ampar.

Menurut Andalika, putusnya jembatan Kala Ili tidak hanya menyebabkan keterisoliran wilayah, tetapi juga berdampak signifikan terhadap percepatan pembangunan huntara dan hunian tetap (huntap) komunal di Kemukiman Jamat, Kecamatan Linge. Hal ini disebabkan terganggunya distribusi material bangunan ke lokasi pembangunan.

Baca juga: Terbukti Menampung Sabu di Rutan Salemba, Ammar Zoni Divonis 7 Tahun Penjara

“Harapan kita agar akses secepatnya kembali fungsional dan aman, maka perlu segera dilakukan percepatan pemasangan jembatan bailey di ketiga lokasi tersebut sebelum jembatan permanen dibangun kembali,” jelasnya.

Selain itu, hujan deras juga memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah titik, di antaranya Kampung Mendale dan Paya Tumpi di Kecamatan Kebayakan; Kampung Mongal di Kecamatan Bebesen; Kampung Linung Bulen 1 di Kecamatan Bintang; Kampung Lumut di Kecamatan Linge; serta Kampung Bies di Kecamatan Bies.

Akses transportasi di jalan provinsi Bintang–Simpang Kraft sempat lumpuh di tiga titik akibat badan jalan tertimbun longsor.

“Saat ini BPBD telah mengerahkan satu unit excavator untuk membersihkan material longsoran, dengan harapan akses jalan Bintang–Simpang Kraft dapat kembali fungsional dan lancar. Untuk perbaikan jembatan, tim juga sudah turun melakukan peninjauan dan perencanaan,” pungkas Andalika.***

Komentar Batalkan balasan

BERITA TERKAIT

Derita Berulang di Pidie Jaya, Banjir Kembali Rendam Rumah Warga Hingga Setinggi Pinggang

ACEH

Banjir Rob Rendam Kawasan Pesisir Langsa, Akses ke Pelabuhan Tertutup

ACEH

Gempa M 7,7 Guncang Filipina, Tsunami Terjang 9 Wilayah Indonesia dan Rusak Puluhan Bangunan di Sulut

BERITA

Berita Populer

Aceh World Time Logo
PORTAL BERITA TERDEPAN

Baca Berita Terkini & Terpercaya

Informasi akurat & transparan seputar Aceh & Nasional.

Kunjungi Website
INSTAGRAM OFFICIAL

Jangan Lewatkan Update Visual Menarik!

Follow @acehworldtimenews untuk berita harian tercepat.

Follow Instagram
AKSES BERITA 24 JAM

Kabar Terkini Dalam Genggaman Anda

Cepat, tajam, dan up-to-date setiap saat.

Baca Sekarang
©2026 Aceh World Time | Design: Newspaperly WordPress Theme
Aceh World Time Logo
Redaksi | Tentang kami | Pedoman Media Siber
Copyright © 2026 AWT