Skip to content
Logo
IG
HOME ACEH NASIONAL DUNIA POLITIK HUKUM OLAHRAGA BOLA PENDIDIKAN EKONOMI OPINI
LAINNYA ▾
KRIMINAL BUDAYA KESEHATAN WISATA EDITORIAL

Pengusaha Langsa Digeroyok di Dalam Kantor PPA Polda Metro Jaya, Diduga Suruhan Pihak Tertentu

Posted on Maret 29, 2026Maret 30, 2026 by admin
Faisal Amsco, korban dugaan tindak pidana pengeroyokan dirawat di salah satu rumah sakit di Jaksel.

JAKARTA – Seorang pengusaha asal Kota Langsa, Faisal Amsco, mengalami tindakan pengeroyokan oleh sekelompok orang yang diduga sebagai preman suruhan pihak tertentu. Peristiwa tersebut terjadi di Kantor RPKA PPA, lantai 2 Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Kamis (26/3/2026).

Pengacara Faisal Amsco, R.I Marpaung, menjelaskan kepada wartawan pada Minggu (29/3/2026) bahwa pada saat penyerangan berlangsung, di dalam kantor tersebut terdapat FEA beserta adiknya A, serta kelompok pelaku pengeroyokan yang diduga dibawa oleh FEA.

Baca juga: Here Are 10 Countries With Highest Population In The World

Insiden terjadi ketika Faisal bersama pengacaranya sedang mengikuti proses konfrontasi penyidik Polda Metro Jaya. Tanpa diduga, mereka diserang secara brutal di lokasi tersebut, bahkan terang-terangan di depan penyidik kepolisian.

Akibat serangan tersebut, Faisal mengalami luka memar di kepala dan beberapa bagian tubuh lainnya. Saat ini, korban masih menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Baca juga: Japan probe finds more universities discriminated against women

Atas tindakan yang membahayakan keselamatannya, Faisal melalui kuasa hukumnya telah melaporkan kejadian ini ke SPKT Polda Metro Jaya, dengan menuntut agar pelaku yang terlibat segera diproses sesuai hukum.

“Kami sangat menyayangkan aksi brutal yang menimpa klien saya ini terjadi di hadapan aparat kepolisian yang seharusnya memastikan keamanan dan ketertiban,” ujar Marpaung.

Baca juga: Donald Trump Sebut ICC Tak Mengincarnya untuk Dituntut

Pengacara tersebut juga menyatakan bahwa insiden ini tidak hanya mencederai fisik Faisal, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. Ia mempertanyakan bagaimana kelompok preman bisa masuk bebas ke ruang penyidikan untuk melakukan tindakan kriminal.

“Yang lebih memprihatinkan adalah adanya indikasi pembiaran oleh oknum petugas di tempat kejadian. Tidak ada upaya pencegahan untuk menghentikan peristiwa memalukan ini,” tambah Marpaung.***

Komentar Batalkan balasan

BERITA TERKAIT

Kritik Menguat, Pergub JKA Dinilai Batasi Akses Kesehatan Rakyat Aceh

ACEH

Pemerintah Aceh Perpanjang Status Transisi Darurat ke Pemulihan Pascabencana Selama 90 Hari

ACEH

Cuaca Ekstrem Berpotensi Hingga 20 April, Pemerintah Aceh Tetapkan Status Siaga Bencana

ACEH

Berita Populer

Aceh World Time Logo
PORTAL BERITA TERDEPAN

Baca Berita Terkini & Terpercaya

Informasi akurat & transparan seputar Aceh & Nasional.

Kunjungi Website
INSTAGRAM OFFICIAL

Jangan Lewatkan Update Visual Menarik!

Follow @acehworldtimenews untuk berita harian tercepat.

Follow Instagram
AKSES BERITA 24 JAM

Kabar Terkini Dalam Genggaman Anda

Cepat, tajam, dan up-to-date setiap saat.

Baca Sekarang
©2026 Aceh World Time | Design: Newspaperly WordPress Theme
Aceh World Time Logo
Redaksi | Tentang kami | Pedoman Media Siber
Copyright © 2026 AWT