ACEH TIMUR – Komite Peralihan Aceh (KPA) Daerah I Peureulak menggelar kegiatan silaturahmi, santunan anak yatim, dan doa bersama untuk arwah syuhada Aceh di Dayah Muta’allimin Malikussaleh, Gampong Seuneubok Teungoh, Kecamatan Peureulak Timur, Kabupaten Aceh Timur, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Mempererat Silaturahmi, Menumbuhkan Kepedulian, dan Meraih Keberkahan Idul Adha 2026” tersebut berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan. Acara dihadiri Panglima KPA Daerah I Peureulak Muntasir atau Pang Age, Pimpinan Dayah Muta’allimin Malikussaleh Abi Muhammad Nasir, S.Ud., Sekretaris KPA Daerah I Peureulak Zainuddin, S.E. atau Pak Joi, jajaran Sagoe, perangkat gampong, serta tokoh masyarakat setempat.
Ketua panitia kegiatan, Zainuddin (Pak Joi), mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antaranggota KPA, masyarakat, dan berbagai elemen lainnya, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap anak-anak yatim.
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan Idul Adha seperti pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial harus terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Momentum Idul Adha mengajarkan nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama. Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim sekaligus memperkuat kebersamaan,” ujar Zainuddin kepada wartawan.
Ia juga mengajak seluruh keluarga besar KPA dan masyarakat Aceh Timur untuk terus menjaga silaturahmi, memperkuat persatuan, serta mendukung program-program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Perbedaan jangan menjadi penghalang untuk bersatu. Mari kita jaga silaturahmi dan bersama-sama mendukung setiap program pemerintah yang berpihak kepada rakyat demi kemajuan Aceh Timur dan Aceh secara umum,” katanya.
Sementara itu, Pimpinan Dayah Muta’allimin Malikussaleh, Abi Muhammad Nasir, menekankan pentingnya perhatian terhadap anak yatim sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan ajaran agama.
Menurutnya, anak-anak yatim perlu mendapatkan kasih sayang, perhatian, serta dukungan pendidikan agar dapat tumbuh menjadi generasi yang kuat, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Memuliakan anak yatim merupakan perintah agama dan tanggung jawab bersama agar mereka tumbuh menjadi generasi yang kuat dan bermanfaat,” tuturnya.
Selain penyerahan santunan kepada anak yatim, kegiatan tersebut juga diisi dengan doa bersama untuk para syuhada Aceh sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa serta pengorbanan mereka dalam perjuangan Aceh.
Melalui kegiatan ini, KPA Daerah I Peureulak berharap semangat persaudaraan, kepedulian sosial, dan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para syuhada dapat terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi generasi masa kini maupun mendatang.***




Komentar