
ACEH UTARA – Hujan deras menyebabkan banjir merendam enam desa di tiga kecamatan di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, Kamis (22/10/2026). Banjir terjadi akibat meluapnya sungai setelah curah hujan tinggi mengguyur kawasan tersebut.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Utara, enam desa yang terdampak banjir tersebar di Kecamatan Matang Kuli, Pirak Timu, dan Lhoksukon.
Di Kecamatan Matang Kuli, banjir merendam Desa Alue Tho, Lawang, dan Hagu. Sementara di Kecamatan Pirak Timu, banjir terjadi di Desa Rayeuk Pange dan Asan Krueng Kreh. Adapun di Kecamatan Lhoksukon, banjir melanda Desa Kilometer Tujuh.
Salah seorang warga Desa Hagu, Kecamatan Matang Kuli, Fakhruddin, mengatakan banjir disebabkan meluapnya sungai di kawasan tersebut. Menurutnya, sungai yang tidak memiliki tanggul membuat air dengan mudah melimpah ke permukiman warga ketika debit air meningkat.
Hingga Kamis sore, warga masih bertahan di rumah masing-masing meskipun genangan air terus mengancam aktivitas dan keselamatan masyarakat.
“Ketinggian air di badan jalan 30 sentimeter. Sedangkan di permukiman warga setengah meter hingga satu meter. Makin dekat ke bibir sungai makin dalam,” kata Fakhruddin.
Ia berharap pemerintah segera membangun tanggul di sepanjang aliran sungai untuk mencegah banjir berulang. Jika pembangunan tanggul belum memungkinkan, ia mengusulkan penanaman pohon bambu sebagai upaya memperkuat tebing alami di sepanjang sungai.
“Jika pun tidak mungkin, bisa menggunakan tebing alami, yaitu menanami pohon bambu di seluruh sungai. Kalau tidak, kita akan tenggelam terus dalam banjir,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Aceh Utara, M. Nasir, mengatakan hingga Kamis sore belum ada warga yang mengungsi akibat banjir tersebut. Meski demikian, tim BPBD tetap bersiaga di lokasi terdampak untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya ketinggian air.
“Tim kita siaga di lokasi banjir. Jika memang harus dievakuasi, tim kita siap mengevakuasi warga,” kata Nasir.
Ia juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai agar meningkatkan kewaspadaan selama musim penghujan hingga akhir tahun. Warga diminta mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi guna mengantisipasi banjir susulan.
“Baiknya warga bersiap menghadapi banjir. Misalnya dengan meletakkan barang-barang ke daerah lebih tinggi, curah hujan sepekan ke depan akan deras,” ujarnya.
Nasir menambahkan, BPBD Aceh Utara telah menyiagakan personel di desa-desa yang berada di sepanjang daerah aliran sungai. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses evakuasi dapat segera dilaksanakan apabila ketinggian air terus meningkat.
BPBD mengingatkan warga agar tidak lengah dan segera mengikuti arahan petugas apabila kondisi banjir semakin membahayakan keselamatan.(*)

BERITA TERKAIT
Menang Telak, Maulana Fikri Saputra Pimpin HIMAKMUR Periode 2026-2027
ACEHBendung Krueng Pase Tak Kunjung Beroperasi, FKM Pasee Aceh Soroti Kegagalan Pemerintah
ACEHViral! Pelajar di Aceh Tengah Pertaruhkan Nyawa Menyeberangi Sungai Demi Sekolah
ACEH