Dunia Politik
Beranda » Politik Inggris Berubah Arah, Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri

Politik Inggris Berubah Arah, Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri

Keir Starmer secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin. Anadolu Agency/pri.

acehworldtime.com — Perdana Menteri Inggris Keir Starmer secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya pada Senin, menyusul kekalahan telak Partai Buruh dalam pemilihan umum bulan Mei lalu yang membuat dukungan di internal partai semakin menipis.

Dalam pernyataan yang disampaikan dari kediaman resmi perdana menteri di Jalan Downing, Starmer menjelaskan keputusannya diambil setelah mendengar tanggapan dari anggota parlemen partainya mengenai apakah dirinya masih merupakan sosok yang paling tepat untuk memimpin partai menghadapi pemilu mendatang.

“Saya sudah mendengar jawaban partai parlemen saya atas pertanyaan itu, dan saya menerima jawabannya dengan lapang dada,” ujarnya.

Meskipun sebelumnya sempat mengisyaratkan keinginan untuk tetap menjabat, Starmer akhirnya menyerah pada seruan pengunduran diri yang semakin gencar, bahkan datang dari kalangan anggota kabinetnya sendiri, sebagaimana dilansir kantor berita Kyodo.

Menurut rencana, pemilihan kepemimpinan Partai Buruh akan segera digelar. Starmer meminta Komite Eksekutif Nasional partai menetapkan jadwal pendaftaran calon ketua dibuka mulai 9 Juli mendatang dan seluruh prosesnya selesai sebelum masa reses musim panas berakhir. Hal ini menjamin ketua baru sudah dilantik saat parlemen kembali bersidang pada September nanti.

Selama masa transisi, Starmer akan tetap menjabat sebagai perdana menteri hingga pemilihan selesai, guna memastikan serah terima kekuasaan berjalan tertib dan stabil, sesuai laporan kantor berita Sputnik.

Pihak kantor berita Anadolu juga mengutip penjelasan Starmer bahwa langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab atas dinamika internal partai pasca kekalahan Mei lalu, di mana kepercayaan terhadap kepemimpinannya terus menurun drastis.

Dengan mundurnya Starmer, Partai Buruh kini bersiap menentukan sosok baru yang akan memimpin partai dan memegang kendali pemerintahan Inggris, di tengah tantangan pemulihan kepercayaan publik serta menghadapi persaingan politik yang semakin ketat di kancah domestik maupun internasional.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement