
JAKARTA – Eks politisi PDI Perjuangan, Ferdinand Hutahaean, menyampaikan pandangannya terkait hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menunjukkan adanya penurunan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Ferdinand, hasil survei tersebut tidak layak dijadikan acuan untuk membaca dinamika politik nasional. Ia menilai terdapat persoalan independensi yang membuat kredibilitas survei tersebut patut dipertanyakan.
Ferdinand Singgung Rekam Jejak Saiful Mujani
Ferdinand menyinggung sikap Saiful Mujani yang menurutnya sejak lama menunjukkan penolakan terhadap Prabowo Subianto. Ia mengatakan hal tersebut menjadi alasan masyarakat perlu berhati-hati dalam menyikapi hasil survei SMRC.
“Saiful Mujani yang pernah mengatakan gulingkan, jatuhkan Prabowo, revolusi, segala macam lah,” ujar Ferdinand, dikutip fajar.co.id, Jumat (31/07/2026).
Ia kemudian menyinggung survei terbaru yang dirilis SMRC mengenai tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo.
“Merilis hasil survei yang dilakukan oleh lembaganya, SMRC, Saiful Mujani Research and Consulting,” ucapnya.
Menurut Ferdinand, survei tersebut menunjukkan adanya penurunan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Prabowo.
“Menyatakan bahwa tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah Pak Prabowo Subianto itu menurun tajam,” tukasnya.
Ia juga mengutip angka yang dipublikasikan dalam survei tersebut.
“Sekitar 30 persen, turun dari 80-an ke 50-an. Apa yang mau kita baca dari survei Saiful Mujani tersebut?” imbuhnya.
Pertanyakan Independensi dan Transparansi Survei
Ferdinand menilai hasil survei SMRC tidak memiliki nilai objektif sehingga tidak layak dijadikan rujukan dalam menilai kondisi politik.
“Saya mau mengatakan, satu pun dari hasil survei Saiful Mujani tersebut tidak ada yang layak dipercaya,” timpalnya.
Ia menjelaskan bahwa penilaiannya didasarkan pada dugaan adanya konflik kepentingan antara sikap pribadi Saiful Mujani dan survei yang diterbitkan oleh lembaganya.
“Mengapa demikian? Karena Saiful Mujani mengalami konflik kepentingan antara ketidaksukaan dirinya terhadap Pak Prabowo dengan survei yang dia lakukan,” jelasnya.
Selain itu, Ferdinand juga mempertanyakan keterbukaan data yang digunakan dalam survei tersebut.
“Belum lagi kalau kita mempertanyakan raw data, data mentah survei yang dilakukan oleh SMRC,” bebernya.
Ia turut menyoroti sumber pendanaan survei yang menurutnya perlu diketahui publik.
“Belum lagi kalau kita pertanyakan dana survei tersebut dari mana. Makanya saya tidak percaya tentang survei Saiful Mujani tersebut,” cetusnya.
Ferdinand Nilai Survei Membentuk Opini Negatif
Ferdinand berpandangan bahwa survei tersebut lebih mengarah pada upaya membangun persepsi negatif terhadap Presiden Prabowo Subianto.
“Saya lebih melihat bahwa Saiful Mujani memperalat lembaga surveinya untuk menciptakan opini negatif terhadap Presiden Prabowo Subianto,” tutur Ferdinand.
“Saya lebih melihat bahwa Saiful Mujani terus bekerja membuat hal-hal yang bertendensi negatif terhadap Presiden Prabowo Subianto,” tambahnya.
Ia kembali mengaitkan hal itu dengan sikap pribadi Saiful Mujani terhadap Prabowo.
“Karena memang secara pribadi, secara pribadinya Saiful Mujani, dia tidak suka terhadap Prabowo Subianto,” terangnya.
“Jadi, konflik seperti ini, kejujuran apa yang bisa kita dapat dari surveinya? Oh, dia tidak suka dengan Prabowo? Oh, bagaimana mungkin dia mau independen memberikan penilaian terhadap orang yang dia tidak suka?” tandasnya.
Di akhir pernyataannya, Ferdinand mengimbau masyarakat, khususnya pendukung Prabowo, agar tidak menjadikan hasil survei SMRC sebagai pegangan dalam membaca situasi politik.
“Sudahlah, abaikan saja itu surveinya Saiful Mujani. Anggap saja bunyi kodok lah,” kuncinya.

BERITA TERKAIT
Prabowo Instruksikan Panglima TNI dan Kepala Staf Atur Pengelolaan SDA Sesuai Regulasi
NASIONALPresma UIN Ar-Raniry Tantang Prabowo Turun Langsung ke Aceh Tanpa Protokol, Klaim Nol Pengungsi Dinilai Tak Sesuai Fakta
ACEHPrabowo Resmi Lantik Velix Wanggai Pimpin Komite Percepatan Pembangunan Otsus Papua
NASIONAL