
Roma – Italia diketahui telah mengirim ratusan personel militer bersama sejumlah aset pertahanan ke kawasan Teluk di tengah konflik Timur Tengah yang masih berlangsung.
Berdasarkan informasi di laman resmi Kementerian Pertahanan Italia, sekitar 400 personel Angkatan Udara telah ditempatkan di Arab Saudi, Kuwait, dan Bahrain sejak Maret 2026. Pengerahan tersebut dilakukan setelah Iran menargetkan negara-negara tersebut menyusul serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap wilayah Iran, mengutip Al Monitor, Sabtu, 01/08/2026.
Italia mengerahkan empat jet tempur Eurofighter dalam misi tersebut. Pesawat-pesawat itu bertugas membantu mempertahankan wilayah udara yang menjadi tanggung jawabnya.
Meski demikian, Kementerian Pertahanan Italia disebut belum memberikan rincian mengenai aspek operasional dari misi tersebut.
Pengerahan Italia Menuai Kritik
Langkah Italia mengirim personel dan aset militer ke kawasan Teluk mendapat kritik dari anggota parlemen Partai Demokratik yang berada di pihak oposisi.
Mereka menuding pemerintah tidak terlebih dahulu meminta persetujuan parlemen sebelum mengirim pasukan. Alasannya, Arab Saudi dinilai berada di luar cakupan mandat yang sebelumnya telah disetujui untuk penugasan militer Italia di luar negeri.
Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan bahwa kerangka hukum serta operasional misi militer itu telah disampaikan dengan tingkat transparansi yang maksimal.
“Informasi itu sudah publik dan tersedia. Bahkan, hanya butuh situs Kementerian Pertahanan untuk merekonstruksi secara akurat apa yang diklaim oleh beberapa perwakilan oposisi tidak mereka ketahui,” kata Crosetto.
Jumlah Personel Italia Dipertanyakan
Keberadaan militer Italia di kawasan Teluk kembali menjadi perhatian setelah surat kabar harian Il Giornale melaporkan bahwa jumlah personel yang dikirim mencapai 700 tentara.
Angka tersebut lebih besar dibandingkan jumlah personel yang tercantum dalam laman resmi Kementerian Pertahanan Italia.
Pemerintah Italia menyatakan pengerahan pasukan tersebut merupakan bentuk dukungan kepada negara-negara sekutu di kawasan Teluk yang menjadi sasaran serangan balasan Iran setelah serangan AS dan Israel.
Pemerintah Italia juga menyebut negara-negara mitra di kawasan tersebut telah meminta dukungan dalam bidang pertahanan udara dan sistem antidrone.
Aset Pertahanan Italia di Kawasan Teluk
Laman resmi Kementerian Pertahanan Italia mencantumkan radar pertahanan udara dan sistem antidrone sebagai bagian dari aset yang telah dikirim ke kawasan Teluk.
Namun, laman tersebut tidak menyebut keberadaan sistem pertahanan udara SAMP/T, yang merupakan hasil kerja sama Prancis dan Italia.
Berdasarkan laporan Il Giornale, sistem SAMP/T tersebut juga telah dikirim ke Arab Saudi.

BERITA TERKAIT
IRGC Iran Luncurkan Gelombang Ke-44 Operasi Janji Sejati 4, Sasar Posisi AS dan Israel
DUNIAAS-Israel Siapkan Serangan Infrastruktur Energi Iran
DUNIAKepala Keamanan Iran Ali Larijani Serukan Persatuan Umat Muslim dalam Perjuangan Melawan AS dan Israel
DUNIA