Skip to content
Logo
IG
HOME ACEH NASIONAL DUNIA POLITIK HUKUM OLAHRAGA BOLA PENDIDIKAN EKONOMI OPINI
LAINNYA ▾
KRIMINAL BUDAYA KESEHATAN WISATA EDITORIAL

Istri Bupati Aceh Timur Raih Gelar Doktor di UIN Ar-Raniry, Usung Model Pendidikan PAUD Berbasis Meuseuraya

Posted on April 10, 2026April 10, 2026 by admin
Suasana usai sidang promosi doktor di Gedung Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Banda Aceh. Tampak Lismawani (tengah) bersama suaminya, Bupati Aceh Timur, serta para penguji dan tim promotor usai dinyatakan lulus mempertahankan disertasinya.

BANDA ACEH — Lismawani menuntaskan satu fase penting dalam hidupnya dengan meraih gelar doktor setelah sukses mempertahankan disertasinya di UIN Ar-Raniry, Jumat (10/4/2026).

Sidang promosi doktor yang berlangsung di lantai tiga Gedung Pascasarjana itu tak hanya diwarnai paparan akademik, tetapi juga kisah ketekunan dalam menyeimbangkan peran sebagai akademisi dan ibu rumah tangga.

Baca juga: Tujuh Bulan Terdampak Bencana, Senator Darwati Desak Pusat Percepat Pemulihan Aceh

Lismawani mengangkat penelitian tentang implementasi kebijakan pemerintah daerah dalam mendukung pendidikan anak usia dini (PAUD) yang bermutu.

Dari riset tersebut, ia memperkenalkan pendekatan baru yang dinamakan Model Meuseuraya-Integratif. Model ini menggabungkan peran pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat dengan berlandaskan nilai gotong royong khas Aceh, yakni meuseuraya, serta prinsip keagamaan Hifz Al-Nasl yang menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan keturunan.

Baca juga: BMKG Deteksi 36 Titik Panas di Wilayah Aceh, Sebagian Besar di Aceh Selatan

“Faktor pendukung utama penyelenggaraan PAUD bermutu di Aceh Timur adalah komitmen pejabat daerah dan peran aktif Bunda PAUD sebagai pemersatu,” ujar Lismawani dalam sidang tersebut.

Meski demikian, ia juga menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi. Ego sektoral antarorganisasi perangkat daerah serta keterbatasan infrastruktur internet di wilayah pelosok dinilai menjadi kendala dalam pemerataan layanan pendidikan usia dini.

Baca juga: THR ASN Aceh Cair Mulai Hari Ini, Total 41.410 Penerima dengan Dana Rp 205 Miliar

Sebagai solusi, Lismawani merekomendasikan integrasi sistem pelaporan guru dalam satu pintu. Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk menyusun regulasi tegas terkait pemanfaatan dana desa dalam pembiayaan PAUD, agar akses layanan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh anak di Aceh Timur.

Menjelang akhir sidang, suasana berubah haru saat Lismawani menyampaikan pidato penutup. Dengan suara bergetar, ia mengungkapkan refleksi pribadinya selama menempuh pendidikan doktoral.

“Berdiri di podium ini, di depan para Guru Besar yang luar biasa, saya merasa sangat kecil. Saya hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa,” tuturnya.

Ia mengisahkan perjuangannya menjalani studi di tengah tanggung jawab domestik, tanpa sokongan jabatan struktural seperti sebagian rekan sejawatnya. Baginya, capaian gelar doktor bukan sekadar prestise, melainkan bagian dari komitmen untuk mendorong kemajuan pendidikan anak usia dini di daerahnya.***

Komentar Batalkan balasan

BERITA TERKAIT

Dua Siswa SD Islam Laboratorium Lolos OSN Kabupaten, Siap Wakili Aceh Besar ke Tingkat Provinsi

PENDIDIKAN

Istri Bupati Aceh Timur Raih Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam UIN Ar‑Raniry

PENDIDIKAN

UIN Ar-Raniry Juara Riset Nasional, PMII: Bukti Ikhtiar Ilmu yang Menenangkan

PENDIDIKAN

Berita Populer

Aceh World Time Logo
PORTAL BERITA TERDEPAN

Baca Berita Terkini & Terpercaya

Informasi akurat & transparan seputar Aceh & Nasional.

Kunjungi Website
INSTAGRAM OFFICIAL

Jangan Lewatkan Update Visual Menarik!

Follow @acehworldtimenews untuk berita harian tercepat.

Follow Instagram
AKSES BERITA 24 JAM

Kabar Terkini Dalam Genggaman Anda

Cepat, tajam, dan up-to-date setiap saat.

Baca Sekarang
©2026 Aceh World Time | Design: Newspaperly WordPress Theme
Aceh World Time Logo
Redaksi | Tentang kami | Pedoman Media Siber
Copyright © 2026 AWT