Pendidikan
Beranda » Istri Bupati Aceh Timur Raih Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam UIN Ar‑Raniry

Istri Bupati Aceh Timur Raih Gelar Doktor Pendidikan Agama Islam UIN Ar‑Raniry

Ny. Lismawani Iskandar Al‑Farlaky bersama Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al‑Farlaky, usai meraih gelar Doktor Pendidikan Agama Islam UIN Ar‑Raniry, Senin (22/6/2026).

BANDA ACEH — Kabar gembira datang dari lingkungan keluarga Pemerintah Kabupaten Aceh Timur. Istri Bupati Aceh Timur sekaligus Ketua TP‑PKK setempat, Ny. Lismawani Iskandar Al‑Farlaky, S.Pd., M.Ag., resmi menyandang gelar Doktor dari Program Studi S3 Pendidikan Agama Islam Pascasarjana UIN Ar‑Raniry Banda Aceh. Prosesi wisuda berlangsung di Auditorium Prof. H.A. Hasjmy, Senin (22/6/2026).

Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al‑Farlaky, S.H.I., M.Si., menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian akademik istrinya. Menurutnya, gelar ini bukan sekadar kebanggaan keluarga, melainkan amanah ilmu yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kemajuan masyarakat luas.

“Alhamdulillah, kami bersyukur. Menempuh pendidikan hingga jenjang doktor membutuhkan kesungguhan, kesabaran, dan kerja keras panjang. Semoga ilmu yang diperoleh berkontribusi nyata bagi dunia pendidikan dan pembangunan masyarakat,” ujar Al‑Farlaky sehari sebelumnya, Minggu (21/6/2026).

Wisuda dipimpin langsung Rektor UIN Ar‑Raniry Prof. Mujiburrahman, didampingi jajaran senat universitas. Dalam kesempatan itu, Lismawani menegaskan pendidikan adalah instrumen utama pembangunan kualitas manusia. Ia berharap keberhasilannya bisa memotivasi generasi muda Aceh Timur untuk tak berhenti belajar.

“Semoga ini menjadi motivasi bagi anak muda Aceh Timur. Pendidikan adalah modal menghadapi tantangan zaman dan membangun daerah lebih maju,” ucapnya.

UIN Ar-Raniry Juara Riset Nasional, PMII: Bukti Ikhtiar Ilmu yang Menenangkan

Lismawani menuntaskan studi doktoral dengan disertasi berjudul Implementasi Kebijakan Pemerintahan Daerah dalam Mendukung Penyelenggaraan PAUD Bermutu (Penguatan Peran Keluarga, Sekolah, dan Masyarakat). Penelitian ini menyoroti pentingnya sinergi antar‑pihak demi kualitas pendidikan anak usia dini.

Ia juga berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung proses studi ini. “Semoga capaian ini membawa keberkahan dan menjadi ikhtiar memajukan pendidikan di Aceh,” tutupnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement