BANDA ACEH – Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum BULOG) Provinsi Aceh memastikan ketersediaan pangan pokok di daerah tersebut dalam kondisi aman dan mencukupi. Hingga awal Maret 2026, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola BULOG Aceh tercatat mencapai 54.378 ton, dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta menjaga stabilitas pasokan dan harga.
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Aceh, Ihsan, pada Selasa (10/3/2026) menyampaikan bahwa stok beras tersebar di sejumlah gudang di seluruh Aceh dan siap disalurkan sesuai kebutuhan, baik untuk program pemerintah maupun stabilisasi harga di pasar.
“Stok beras yang kami kuasai saat ini berada pada level yang sangat kuat, sekitar 54 ribu ton. Dengan panen yang sedang berlangsung dan kegiatan penyerapan yang terus dilakukan dari petani, kami perkirakan jumlah stok ini masih akan terus bertambah,” ujar Ihsan.
Kondisi peningkatan stok sejalan dengan dimulainya musim panen padi di berbagai kabupaten dan kota di Aceh. BULOG Aceh juga terus melakukan penyerapan gabah dan beras hasil produksi petani lokal, yang menjadi langkah strategis untuk memperkuat cadangan serta menjaga harga gabah stabil di tingkat petani.
Secara nasional, cadangan beras pemerintah yang dikelola BULOG juga berada pada posisi kuat dengan jumlah mencapai sekitar 3,74 juta ton. Volume tersebut diperkirakan akan meningkat hingga kisaran 4,5 juta hingga 5 juta ton pada akhir Maret mendatang, seiring bertambahnya penyerapan hasil panen dari berbagai daerah di Indonesia.
Selain beras, ketersediaan minyak goreng di Aceh juga terjaga dengan baik. Pasokan produk Minyakita didukung melalui kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dari Kementerian Perdagangan, dengan alokasi sekitar 46 juta liter setiap bulan untuk BULOG guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasar domestik.
Hasil pemantauan di pasar tradisional menunjukkan bahwa ketersediaan komoditas sembako lainnya seperti gula juga relatif aman, dengan harga yang tetap stabil hingga kini.
Meskipun kondisi stok cukup, BULOG tetap mengimbau masyarakat agar berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying, terutama menjelang hari besar keagamaan atau saat muncul isu yang dapat memicu kekhawatiran.
“Tidak perlu ada kepanikan. Stok pangan nasional aman dan pemerintah terus memastikan ketersediaannya. Kami mengajak masyarakat Aceh untuk tetap tenang dan berbelanja secara wajar sesuai kebutuhan,” tambah Ihsan.***



Komentar