Skip to content
Logo
IG
HOME ACEH NASIONAL DUNIA POLITIK HUKUM OLAHRAGA BOLA PENDIDIKAN EKONOMI OPINI
LAINNYA ▾
KRIMINAL BUDAYA KESEHATAN WISATA EDITORIAL

UE Sepakat Bantu Spanyol Perkuat Keamanan Perbatasan Ceuta

Posted on Agustus 5, 2026 by Ody Yunanda
Uni Eropa sepakat memberi bantuan darurat kepada Spanyol untuk memperkuat keamanan perbatasan Ceuta setelah sekitar 60.000 orang menerobos masuk.

Brussels – Keamanan perbatasan Ceuta menjadi perhatian para menteri dalam negeri Uni Eropa setelah mereka menggelar konferensi video pada Selasa (04/08/2026). Dalam pertemuan tersebut, para menteri mencapai kesepakatan untuk memperkuat keamanan perbatasan eksternal Uni Eropa.

Kesepakatan itu disampaikan melalui pernyataan resmi. Para menteri juga sepakat memberikan bantuan darurat kepada Spanyol untuk mendukung peningkatan keamanan perbatasan.

Baca juga: Korea Utara Dukung Pilihan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Iran, Kecam Serangan AS-Israel

“Terdapat kesepahaman mengenai perlunya upaya tanpa henti untuk terus memerangi jaringan penyelundupan migran, meningkatkan upaya pemulangan, memperkuat perbatasan Uni Eropa, membangun kemitraan yang erat dengan negara-negara ketiga, serta memperbaiki langkah antisipasi,” tulis mereka dalam sebuah siaran pers.

Para menteri juga “menyoroti bahwa komunikasi pada masa krisis dapat ditingkatkan melalui koordinasi yang cepat dan lebih terpadu, terutama untuk melawan aktor eksternal yang terlibat dalam manipulasi dan campur tangan informasi asing.”

Baca juga: Kim Jong Un Ditunjuk Kembali sebagai Presiden Urusan Negara Korea Utara

Keamanan Perbatasan Ceuta Jadi Perhatian UE

Pertemuan tersebut digelar untuk membahas kekhawatiran mengenai keamanan di kawasan pergerakan bebas Schengen. Kekhawatiran itu muncul setelah sekitar 60.000 orang menerobos gerbang perbatasan di Ceuta, wilayah eksklave Spanyol yang terpisah dari daratan utama dan dikelilingi wilayah negara lain.

Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Eropa menyebut ratusan anak di bawah umur berada di antara orang-orang yang menerobos masuk.

Baca juga: Delegasi Berbondong-bondong Tinggalkan Sidang PBB Saat Netanyahu Berpidato

Insiden tersebut memunculkan kritik tajam dari sejumlah pemimpin negara anggota Uni Eropa berhaluan kanan-tengah dan sayap kanan terhadap Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez yang berhaluan kiri. Italia dan Finlandia bahkan mendesak agar keanggotaan Spanyol dalam perjanjian Schengen segera ditangguhkan.

Namun, pejabat serta lembaga penegak hukum dari berbagai negara Uni Eropa menyatakan jebolnya pengawasan perbatasan dipicu misinformasi yang disampaikan kepada para pencari suaka yang menunggu di wilayah perbatasan.

Pihak berwenang juga menduga sindikat perdagangan manusia sengaja memberikan informasi yang menyesatkan kepada calon migran tersebut.

Ceuta Berada di Benua Afrika

Eksklave Ceuta milik Spanyol berada di benua Afrika. Wilayah tersebut berbatasan langsung dengan Maroko di satu sisi dan lautan di sisi lainnya.

Ceuta menerapkan prosedur masuk dan keluar Schengen yang lebih ketat dari biasanya. Pemeriksaan identitas juga dilakukan terhadap penumpang yang menyeberang menuju daratan utama Spanyol.

Spanyol mengonfirmasi pada Selasa (04/08/2026) bahwa sekitar 60.000 orang telah dipulangkan ke Maroko sejak akhir pekan. Sementara itu, sekitar 2.500 orang masih berada di Ceuta.

Kawasan Schengen Disebut Tidak Terganggu

Menteri Dalam Negeri Spanyol Fernando Grande-Marlaska mengatakan kawasan Schengen tidak terdampak oleh krisis yang terjadi di Ceuta.

“Sangat jelas bahwa kawasan Schengen sama sekali tidak terganggu oleh krisis ini,” kata Menteri Dalam Negeri Spanyol, Fernando Grande-Marlaska, setelah melakukan pembicaraan dengan mitranya dari negara-negara Uni Eropa lainnya.

Pernyataan tersebut juga disampaikan Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez.

“Kami semua sepakat bahwa kawasan Schengen sebenarnya bukanlah masalah utamanya.”

Sementara itu, Komisioner Uni Eropa untuk Urusan Dalam Negeri dan Migrasi, Magnus Brunner, mengatakan terdapat dukungan penuh terhadap Spanyol dalam pertemuan tersebut.

Ia menambahkan bahwa peningkatan keamanan perbatasan Ceuta yang difasilitasi Frontex, badan perbatasan Uni Eropa, telah diterapkan di Ceuta dan “siap untuk berbuat lebih banyak.”

Brunner menyebut pertemuan tersebut sebagai “kesempatan yang bermanfaat” untuk memastikan tidak ada satu orang pun yang menyeberang dari Ceuta menuju daratan utama.

“Beberapa hari terakhir merupakan ujian bagi ketahanan Eropa, sebuah ujian terhadap keamanan perbatasan eksternal kita,” ujar Brunner. “Menurut saya, Eropa jelas telah berhasil melewati ujian ini.”

Artikel ini diadaptasi dari artikel bahasa Inggris.

Diadaptasi oleh Ody Cempeudak.

Komentar Batalkan balasan

BERITA TERKAIT

Krisis Energi dan Ketegangan di Selat Hormuz, Ini Langkah yang Ditempuh Uni Eropa dan Iran

DUNIA

Krisis Migrasi Ceuta Memanas, Warga Bentrok dengan Migran

DUNIA

Remaja Palestina Berhasil Keluarkan Peluru dari Kepala Pasca Ditembak Israel

DUNIA

Berita Populer

Aceh World Time Logo
PORTAL BERITA TERDEPAN

Baca Berita Terkini & Terpercaya

Informasi akurat & transparan seputar Aceh & Nasional.

Kunjungi Website
INSTAGRAM OFFICIAL

Jangan Lewatkan Update Visual Menarik!

Follow @acehworldtimenews untuk berita harian tercepat.

Follow Instagram
AKSES BERITA 24 JAM

Kabar Terkini Dalam Genggaman Anda

Cepat, tajam, dan up-to-date setiap saat.

Baca Sekarang
©2026 Aceh World Time | Design: Newspaperly WordPress Theme
Aceh World Time Logo
Redaksi | Tentang kami | Pedoman Media Siber
Copyright © 2026 AWT