Skip to content
Logo
IG
HOME ACEH NASIONAL DUNIA POLITIK HUKUM OLAHRAGA BOLA PENDIDIKAN EKONOMI OPINI
LAINNYA ▾
KRIMINAL BUDAYA KESEHATAN WISATA EDITORIAL

Pezeshkian Tantang Trump dari Podium PBB: Iran Tak Akan Pernah Bertekuk Lutut

Posted on September 24, 2026 by yunis buloh
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pidato tegas di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Rabu (23/9/2026).

NEW YORK – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pidato tegas dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Rabu (23/9/2026). Di hadapan komunitas internasional, Pezeshkian menegaskan bahwa tekanan, sanksi, dan ancaman Amerika Serikat tidak akan membuat Iran menyerah.

Pidato tersebut menjadi penampilan Pezeshkian di forum diplomatik internasional sejak perang antara Iran, Amerika Serikat dan Israel pecah pada akhir Februari 2026.

Baca juga: Rusia Habis-habisan Rudal Ukraina, Proyektil Meledak di Polandia

Pezeshkian menanggapi keras pernyataan Presiden AS Donald Trump yang sehari sebelumnya mengancam akan “memusnahkan” Republik Islam Iran apabila kesepakatan untuk mengakhiri perang tidak tercapai.

“Presiden Amerika Serikat menyebut kami teroris. Kami adalah korban terorisme,” kata Pezeshkian dalam pidatonya.

Baca juga: Paul Biya, Usia 92 Tahun, Kembali Terpilih sebagai Presiden Kamerun untuk Masa Jabatan Ke-8

Ia juga menuduh Amerika Serikat bertanggung jawab atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan gabungan AS-Israel pada awal perang. Sambil memperlihatkan foto Khamenei, Pezeshkian mengatakan Iran tidak pernah menjadi pihak yang memulai perang.

Pezeshkian kemudian menunjukkan foto anak-anak yang disebutnya menjadi korban serangan terhadap sebuah sekolah di Iran.

Baca juga: Iran Konfirmasi Wafatnya Ali Khamenei, Tuduh AS dan Israel Bertanggung Jawab

“Anak-anak ini tewas dalam pengeboman menggunakan senjata yang digunakan Amerika Serikat dan Israel. Mereka tidak bersalah,” ujarnya.

Tegaskan Iran Tak Akan Menyerah

Dalam pidatonya, Pezeshkian menegaskan bahwa tekanan Washington justru akan memperkuat perlawanan rakyat Iran.

“(Trump) harus tahu bahwa perlawanan rakyat Iran justru akan semakin kuat dalam menghadapi sanksi, peningkatan tekanan dan intimidasi. Kami tidak akan pernah menundukkan kepala atau bertekuk lutut,” kata Pezeshkian.

Meski menyampaikan kritik keras terhadap Washington, Pezeshkian juga menyatakan Iran tetap membuka ruang bagi diplomasi. Ia mengatakan Teheran mengulurkan tangan kepada dunia untuk bekerja sama, yang menunjukkan bahwa jalur negosiasi belum sepenuhnya tertutup.

Selat Hormuz Jadi Titik Ketegangan

Pezeshkian juga menyinggung Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu titik utama ketegangan selama konflik.

Menurutnya, Iran tidak dapat menerima apabila negara lain memiliki akses terhadap jalur tersebut sekaligus menggunakannya dalam tindakan yang dianggap sebagai agresi terhadap Iran.

“Kami tidak bisa membiarkan pihak tertentu memiliki akses bebas dan memperkuat kepentingan mereka melalui jalur air tersebut, sementara pada saat yang sama menggunakan jalur itu untuk melancarkan agresi terhadap kami,” katanya.

Ketegangan di Selat Hormuz menjadi perhatian dunia karena jalur tersebut merupakan salah satu rute penting bagi perdagangan energi global. Gangguan terhadap lalu lintas kapal di kawasan tersebut telah berdampak terhadap harga minyak dan energi internasional.

AS-Iran Masih Jauh dari Kesepakatan

Pidato Pezeshkian berlangsung ketika upaya diplomatik antara Washington dan Teheran masih berjalan, tetapi kedua pihak dilaporkan masih memiliki perbedaan besar.

Sehari sebelumnya, Trump mengatakan perwakilan AS yang dipimpin utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner telah bertemu dengan pejabat Iran. Trump menyebut pertemuan tersebut berlangsung sekitar tiga jam dan berjalan produktif.

Namun, laporan Reuters menyebut Iran dan Amerika Serikat masih memiliki jarak yang cukup besar dalam pembicaraan mengenai penyelesaian konflik, termasuk isu blokade laut dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Sementara itu, kehadiran Pezeshkian di New York sebelumnya sempat menjadi tanda tanya karena masalah visa bagi sebagian anggota delegasinya. Pemerintah AS akhirnya mengizinkan kunjungan Pezeshkian ke markas PBB, meski beberapa anggota rombongannya tidak memperoleh visa.

Pidato tersebut menunjukkan bahwa di tengah ancaman militer dan tekanan ekonomi, Teheran masih mempertahankan sikap keras terhadap Washington sekaligus menyisakan ruang bagi jalur diplomasi untuk mengakhiri konflik.***

Komentar Batalkan balasan

BERITA TERKAIT

Tsunami Setinggi 1,5 Meter Landa Hawaii, Ancaman Gelombang Susulan Masih Membayangi

DUNIA

Delegasi Berbondong-bondong Tinggalkan Sidang PBB Saat Netanyahu Berpidato

DUNIA

Serangan Terbaru AS di Iran Berlangsung Selama Dua Jam

DUNIA

Berita Populer

Aceh World Time Logo
PORTAL BERITA TERDEPAN

Baca Berita Terkini & Terpercaya

Informasi akurat & transparan seputar Aceh & Nasional.

Kunjungi Website
INSTAGRAM OFFICIAL

Jangan Lewatkan Update Visual Menarik!

Follow @acehworldtimenews untuk berita harian tercepat.

Follow Instagram
AKSES BERITA 24 JAM

Kabar Terkini Dalam Genggaman Anda

Cepat, tajam, dan up-to-date setiap saat.

Baca Sekarang
©2026 Aceh World Time | Design: Newspaperly WordPress Theme
Aceh World Time Logo
Redaksi | Tentang kami | Pedoman Media Siber
Copyright © 2026 AWT