
BANDA ACEH – Sebanyak 15 remaja SMA Kartika XIV-I Unggul Berbasis Talenta resmi dilantik menjadi calon kader TaKasi-SeRa (Taman Edukasi Kesehatan Remaja) setelah menyelesaikan pelatihan yang digelar selama dua hari, pada 5–6 Agustus 2026. TaKasi-SeRa merupakan Pusat Kaderisasi dan Edukasi Kesehatan Remaja — program unggulan Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) — yang berfokus melibatkan remaja secara bermakna sebagai agen aktif dalam upaya peningkatan kesehatan remaja.
Remaja berada pada fase krusial pembentukan karakter dan kebiasaan hidup, sekaligus menghadapi beragam tantangan kesehatan dan sosial. Data kesehatan di Aceh mencatat 32% remaja usia 15–24 tahun mengalami anemia pada 2023, sementara hanya 45% yang rutin mengonsumsi tablet tambah darah. Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Aceh mencatat 1.227 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, terdiri atas 656 kasus pada anak dan 571 pada perempuan. Kondisi ini menegaskan pentingnya penguatan literasi kesehatan, keterampilan perlindungan diri, serta dukungan sebaya bagi remaja.
Karena itu, edukasi kesehatan tidak hanya menempatkan remaja sebagai penerima informasi, melainkan sebagai agen aktif yang mampu menyampaikan pesan kesehatan, mengenali persoalan teman sebaya, dan memberikan dukungan awal yang tepat.
Pelatihan ini diselenggarakan oleh Pengurus TaKasi-SeRa SMA Kartika XIV-I berkolaborasi dengan GEN-A dan Lembaga Kesehatan Komunitas (LKC) Dompet Dhuafa Aceh, sekaligus mendukung penguatan Gerakan Sekolah Sehat (GSS).
Peserta berjumlah 15 orang — 10 laki-laki dan 5 perempuan — seluruhnya merupakan siswa baru kelas X. Selama dua hari, peserta dibekali tujuh materi utama: Peran Edukator dan Konselor Sebaya; Kesehatan Mental Remaja terkait Ansietas dan Depresi; Teknik Konseling KAP-GATHER; Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP); Penuhi Kebutuhan Air & Baca Informasi Nilai Gizi; Teknik Edukasi Partisipatif untuk Remaja; serta Manajemen Organisasi dan Penyusunan Rencana Aksi.
Pembelajaran diperkaya dengan praktik edukasi melalui permainan, puisi, dan storytelling, serta simulasi konseling menangani kasus perundungan (bullying), kehilangan anggota keluarga, dan tekanan teman sebaya. Pendekatan ini membekali peserta dengan kemampuan komunikasi, empati, dan keterampilan menyampaikan edukasi kesehatan secara menarik dan mudah dipahami.
Salah satu peserta, Rasya Rino Pratama, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru selama pelatihan berlangsung.
“Seru banget materinya. Kami jadi lebih tahu banyak hal, dari kesehatan, lingkungan, sampai cara menjadi pembicara yang baik. Sering-sering datang ya kakak-kakak GEN-A,” ujarnya antusias.
Farah Novilianti Irawan, S.Ked., salah satu pelatih yang membawakan materi Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP), mengapresiasi antusiasme peserta yang luar biasa.
“Awalnya saya kira topik ini tidak terlalu menarik bagi anak SMA, namun ternyata mereka sangat tertarik dan antusias,” kata Farah.
Menurutnya, keberanian peserta mencoba hal baru menjadi hal yang paling berkesan. “Mereka tidak takut keluar dari zona nyaman, berani mencoba hal-hal baru, dan berani mengambil kesempatan untuk belajar dari pengalaman,” tambahnya.
Pelatihan ditutup dengan pelantikan resmi seluruh peserta sebagai kader TaKasi-SeRa. Kegiatan ini merupakan angkatan kedua di SMA Kartika XIV-I. Sebelumnya, angkatan pertama telah mendapatkan pembekalan dari GEN-A melalui program Good Game Kemenpora RI pada Desember 2025.
T.R. Raidul A.M., Ketua TaKasi-SeRa SMA Kartika XIV-I dan siswa kelas XI, menyampaikan bahwa sejak dibentuk, organisasi ini telah menjalankan berbagai kegiatan edukasi kesehatan.
“Sejak dibentuk Desember lalu, kami sudah melakukan sosialisasi di SMP Kartika, edukasi kesehatan pada kegiatan MPLS, serta edukasi kesehatan kepada seluruh warga sekolah sebanyak empat kali. Kami berharap TaKasi-SeRa bisa terus berkembang dan semakin banyak memberikan manfaat,” ungkap Raidul.
Pada acara pelantikan, Mina Shafira, Wakil Direktur Pengembangan Internal GEN-A, menyampaikan apresiasi atas inisiatif SMA Kartika XIV-I yang melanjutkan TaKasi-SeRa secara mandiri dan mengembangkannya menjadi organisasi intra sekolah. Langkah ini dinilai menunjukkan tumbuhnya rasa kepemilikan (sense of ownership) sekaligus memperkuat keberlanjutan kaderisasi kesehatan remaja di lingkungan sekolah.
Setelah dilantik, para kader akan melaksanakan rencana aksi berupa edukasi kesehatan di SMA Kartika XIV-I, sekolah lain, hingga ke panti asuhan. Pengembangan TaKasi-SeRa sebagai organisasi intra sekolah diharapkan semakin memperkuat Gerakan Sekolah Sehat dengan menempatkan siswa sebagai pelaku aktif dalam membangun budaya hidup sehat.
Melalui kolaborasi antara SMA Kartika XIV-I, GEN-A, dan LKC Dompet Dhuafa Aceh, TaKasi-SeRa diharapkan terus tumbuh menjadi wadah kaderisasi yang memungkinkan remaja belajar, berpraktik, dan mengambil peran nyata dalam menjawab berbagai persoalan kesehatan di sekolah maupun masyarakat luas.***

BERITA TERKAIT
Buruan! Mudik ke Sabang Lebaran GRATIS Pakai Kapal Cepat – Cuma 2.500 Tiket, Daftar Sekarang Juga!
ACEHViral Video Penganiayaan Bayi di Daycare Banda Aceh, Manajemen Langsung Pecat 3 Orang
ACEHKadinsos Aceh Dr. Muslem Tekankan Pendampingan Lansia dan Disabilitas dalam Penyaluran Bantuan Beras
ACEH