
PIDIE JAYA – LKC Dompet Dhuafa Aceh memperkuat layanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Pidie Jaya melalui Program Recovery Kebencanaan. Salah satu dukungan yang diberikan berupa 20 set Antropometri Kit untuk 20 gampong guna memperkuat pemantauan pertumbuhan dan status gizi anak di tingkat desa.
Program tersebut diluncurkan melalui kegiatan Launching dan Penguatan Program Revitalisasi Posyandu dalam Mendukung Pemulihan Layanan Kesehatan Pascabencana yang digelar di Dinas Kesehatan dan KB Pidie Jaya, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Dinas Kesehatan dan KB, TP-PKK Pidie Jaya, pemerintah gampong, bidan desa, kader Posyandu, kepala puskesmas wilayah penerima Antropometri Kit, serta LKC Dompet Dhuafa Aceh.
Selain pemberian Antropometri Kit, program recovery tersebut mencakup sejumlah intervensi di tingkat masyarakat. Di Gampong Meunasah Lhok, LKC Dompet Dhuafa Aceh melakukan pendampingan melalui Pos Sehat KIA-PTM, pemugaran Polindes, serta penguatan kader kesehatan desa.
Sementara di Gampong Meunasah Mancang, dilakukan Program Sehat Sanitasi (SEHATI) melalui rehabilitasi jamban bagi masyarakat rentan sebagai bagian dari upaya pemulihan sanitasi pascabencana.
Peluncuran program juga dirangkaikan dengan Seminar Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal serta Workshop Pengukuran, Interpretasi, dan Pelaporan Status Gizi Anak.
Sebanyak 38 peserta yang terdiri dari bidan desa, kader Posyandu, dan kader remaja mengikuti kegiatan tersebut.
Seminar menghadirkan Rahmati, S.Gz., Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan dan KB Pidie Jaya. Materi yang diberikan mencakup gizi seimbang berbasis pangan lokal serta edukasi kepada orang tua sesuai status gizi anak.
Sementara workshop memberikan pembekalan mengenai penggunaan Antropometri Kit, teknik pengukuran berat badan dan panjang atau tinggi badan, interpretasi hasil pengukuran, pencatatan, hingga pelaporan status gizi anak. Peserta juga mengikuti simulasi pengukuran dan interpretasi hasil.
Kepala Dinas Kesehatan dan KB Pidie Jaya, Eddy Azwar, SKM., M.Kes., mengatakan penguatan Posyandu penting untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama dalam memantau pertumbuhan dan status gizi balita.
“Posyandu memiliki peran penting dalam mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama untuk memantau pertumbuhan dan status gizi anak. Karena itu, penguatan sarana dan kapasitas kader perlu dilakukan agar pelayanan Posyandu dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya melalui Asisten I, Drh. Muzakkir, M.M., juga mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam pemulihan layanan kesehatan masyarakat pascabencana.
Menurutnya, pemulihan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar layanan kesehatan dapat kembali diperkuat hingga tingkat gampong.
“Pemulihan pascabencana membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Dukungan LKC Dompet Dhuafa Aceh menjadi bagian dari upaya bersama pemerintah daerah untuk memperkuat kembali layanan kesehatan masyarakat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan hingga tingkat gampong,” katanya.
Kepala Wilayah LKC Dompet Dhuafa Aceh, Arfan Ramadhan, mengatakan pemulihan layanan kesehatan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan perbaikan fasilitas, tetapi juga penguatan sistem dan kapasitas masyarakat.
“Pemulihan pascabencana bukan hanya tentang mengembalikan fasilitas yang terdampak, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki kapasitas dan sarana untuk kembali menjalankan layanan kesehatan,” ujarnya.
Ia mengatakan LKC Dompet Dhuafa Aceh mendorong penguatan Pos Sehat KIA-PTM, sanitasi, kader kesehatan, hingga pemantauan status gizi agar proses pemulihan dapat berjalan bersama masyarakat dan berkelanjutan.
“Walau saat ini kami hanya mampu mendampingi satu gampong, semoga dengan dukungan pengadaan antropometri untuk 20 desa ini bisa meningkat daya juang kader kesehatan desa lainnya,” katanya.
Fasilitator Recovery Kebencanaan LKC Dompet Dhuafa Aceh wilayah Pidie Jaya, Uswatun Hasanah, S.Keb., menambahkan bahwa pemberian sarana perlu diikuti dengan peningkatan kapasitas para pengguna.
“Antropometri Kit merupakan salah satu alat penting dalam pemantauan pertumbuhan anak. Karena itu, penggunaannya perlu didukung dengan pemahaman dan keterampilan yang tepat, mulai dari cara mengukur, memastikan hasil pengukuran akurat, hingga menginterpretasikan dan mencatat hasilnya,” ujarnya.
Melalui program tersebut, LKC Dompet Dhuafa Aceh bersama Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya mendorong pemulihan layanan kesehatan pascabencana yang tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana, tetapi juga penguatan sistem, kapasitas kader, sanitasi, serta keberlanjutan pelayanan kesehatan di tingkat gampong.***

BERITA TERKAIT
Gubernur Mualem Buka MTQ ke-37 Aceh di Pidie Jaya: Tes Baca Al-Qur’an Jadi Syarat Masuk Sekolah dan Instansi bagi Muslim
ACEHAceh Besar Juara Umum MTQ XXXVII Aceh 2025
ACEHBupati Al-Farlaky Percepat Pembangunan Huntap Pascabanjir, Data Penerima Diminta Diverifikasi Ketat
ACEH