
ACEH TIMUR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur menyerahkan enam unit ambulans untuk memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat melalui anggaran APBK Tahun Anggaran 2026. Selain itu, pemerintah daerah juga menyerahkan dua unit armada pengangkut sampah guna meningkatkan pelayanan kebersihan lingkungan.
Penyerahan kendaraan operasional tersebut dilakukan secara simbolis oleh Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., di halaman Pendopo Bupati Aceh Timur, Rabu (28/10/2026).
Dari enam unit ambulans yang diserahkan, lima unit bersumber dari APBK melalui Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2026, sedangkan satu unit lainnya berasal dari dana bagi hasil.
Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky mengatakan, pengadaan ambulans tersebut merupakan upaya pemerintah daerah menjawab kebutuhan fasilitas pelayanan kesehatan, terutama di sejumlah puskesmas yang mengalami keterbatasan kendaraan operasional.
Menurutnya, ketersediaan ambulans yang layak sangat penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan secara cepat, termasuk ketika pasien harus dirujuk ke rumah sakit.
“Ini kebutuhan yang harus kita jawab karena menyangkut pelayanan langsung kepada masyarakat. Ada laporan ambulans di puskesmas yang mengalami kendala, bahkan ada kendaraan yang mogok ketika sedang membawa pasien. Karena itu, kita percepat penyerahan unit yang sudah tersedia agar segera bisa digunakan,” ujar Al-Farlaky.
Ia berharap, penambahan armada tersebut dapat memperlancar pelayanan pasien di wilayah kerja masing-masing puskesmas, termasuk proses rujukan ke RSUD dr. Zubir Mahmud maupun rumah sakit lainnya, baik di dalam maupun di luar Kabupaten Aceh Timur.
Al-Farlaky menegaskan, ambulans yang telah diserahkan harus dimanfaatkan sesuai kebutuhan pelayanan masyarakat dan dirawat dengan baik oleh masing-masing kepala puskesmas.
“Kita ingin masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan tidak terkendala hanya karena persoalan kendaraan. Ambulans ini harus benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan warga dan dirawat dengan baik oleh masing-masing kepala puskesmas,” katanya.
Pemkab Aceh Timur juga terus berupaya memenuhi kebutuhan ambulans di seluruh wilayah. Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu pengiriman tiga unit ambulans berpenggerak empat roda atau double gardan.
Kendaraan tersebut diprioritaskan untuk puskesmas yang berada di kawasan dengan medan berat, terutama wilayah perbukitan dan daerah yang sulit dijangkau.
Simpang Jernih dan sejumlah kawasan lainnya menjadi perhatian pemerintah daerah dalam pemenuhan kebutuhan kendaraan operasional khusus tersebut.
Al-Farlaky menargetkan pemenuhan kebutuhan ambulans dapat dilakukan secara bertahap hingga 2027 sehingga pelayanan kesehatan semakin merata, termasuk bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pelayanan.
“Kita targetkan pada 2027 kebutuhan ambulans ini bisa kita tuntaskan secara bertahap. Untuk wilayah yang jauh dan medannya berat, tentu dibutuhkan ambulans double gardan. Kita ingin pelayanan kesehatan menjangkau masyarakat tanpa terkendala kondisi wilayah,” tegasnya.
Selain meningkatkan pelayanan kesehatan, Pemkab Aceh Timur juga memperkuat sektor kebersihan melalui penyerahan dua unit armada pengangkut sampah.
Kedua kendaraan tersebut bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh Tahun Anggaran 2026 dan akan digunakan untuk mendukung operasional pelayanan kebersihan di wilayah Simpang Ulim dan Idi Tunong.
Bupati berharap, penambahan kendaraan operasional tersebut dapat meningkatkan efektivitas pelayanan kebersihan sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar pelayanan publik, baik di sektor kesehatan maupun kebersihan lingkungan.
Dengan penambahan ambulans dan armada pengangkut sampah tersebut, Pemkab Aceh Timur berharap kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat dan dapat menjangkau lebih banyak warga di berbagai wilayah.(*)

BERITA TERKAIT
Bupati Al-Farlaky Bantu 39 Dayah di Aceh Timur, Pendidikan Santri Jadi Prioritas
ACEHBupati Aceh Timur Apresiasi Bantuan Pemerintah Pusat untuk Pemulihan Masyarakat Terdampak Bencana
ACEHMutia Sari Angkat Bicara: Bantah Tuduhan Selingkuh dengan Bupati Aceh Timur
ACEH