Skip to content
Logo
IG
HOME ACEH NASIONAL DUNIA POLITIK HUKUM OLAHRAGA BOLA PENDIDIKAN EKONOMI OPINI
LAINNYA ▾
KRIMINAL BUDAYA KESEHATAN WISATA EDITORIAL

Zulfadli Terancam, 67 Anggota DPR Aceh Galang Mosi Tidak Percaya

Posted on Maret 17, 2026Maret 18, 2026 by admin
Ketua DPRA Zulfadli alias Abang Samalanga

BANDA ACEH – Posisi Ketua DPR Aceh, Zulfadli, dikabarkan terancam usai majority anggota parlemen mendukung

mosi tidak percaya terhadap kepemimpinannya. Informasi ini dihimpun acehworldtime.com, Selasa (17/3/2026).

Baca juga: Gubernur Aceh Minta Presiden Selesaikan Status Tanah Wakaf Blang Padang

Hasil himpunan menunjukkan, sebanyak 67 dari total 81 anggota DPR Aceh menyatakan mendukung mosi tersebut. Bahkan, dukungan datang dari 11 anggota Partai Aceh, yang selama ini menjadi basis politik Zulfadli.

Sejumlah anggota menilai pola kepemimpinan Zulfadli tidak lagi mencerminkan prinsip kolektif lembaga legislatif. Ia disebut kerap mengambil keputusan secara sepihak tanpa melibatkan anggota lainnya.

Baca juga: Pemberangkatan Jemaah Haji Aceh 2025 Berjalan Lancar, Total 4.446 Jemaah ke Tanah Suci

“Banyak keputusan diambil tanpa koordinasi, sehingga merugikan anggota,” ujar salah satu anggota DPR Aceh.

Gerakan ini bukan sekadar dinamika politik internal, melainkan upaya menjaga fungsi legislasi tetap berjalan sesuai mekanisme. Mosi tidak percaya tersebut juga telah disampaikan kepada Ketua Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh, Muzakir Manaf.

Baca juga: Aceh Utara Sesuaikan Penghasilan Aparatur Gampong Tahun 2026, Siltap Geuchik Tetap

Dari informasi yang beredar, terdapat sinyal persetujuan terhadap pergantian pimpinan, meski realisasinya diperkirakan dilakukan setelah Idul Fitri. Hingga kini, belum ada pembahasan terkait sosok pengganti.

Salah satu persoalan yang memicu ketegangan adalah penerapan Pergub Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perjalanan Dinas. Kebijakan itu mewajibkan tanda tangan Ketua DPR Aceh pada surat perjalanan dinas, yang dinilai sebagian anggota sebagai alat kontrol terhadap pihak yang tidak sejalan.

Selain dinamika internal, kritik terhadap kinerja DPR Aceh juga datang dari kalangan legislatif sendiri. Anggota Fraksi NasDem, Martini, menyoroti lemahnya respons lembaga tersebut terhadap penanganan bencana banjir dan longsor.

Dalam rapat paripurna beberapa waktu lalu, ia menilai banyak agenda anggota untuk turun ke lapangan tidak berjalan karena terkendala administrasi.

“Sejak Januari hingga Maret, sejumlah kegiatan tidak mendapatkan persetujuan surat tugas. Ini menunjukkan tata kelola yang belum optimal,” ujarnya.

Kritik juga disampaikan dari kalangan mahasiswa. Ketua Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia Aceh, Rifqi Maulana, menilai DPR Aceh belum maksimal menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran, terutama dalam merespons dampak bencana yang masih dirasakan masyarakat.

Dengan dukungan mosi yang terus menguat, posisi Ketua DPR Aceh kini berada dalam tekanan. Pergantian pimpinan pasca Lebaran dinilai semakin berpeluang terjadi.***

Komentar Batalkan balasan

BERITA TERKAIT

Mualem Resmi Lantik Tiga Kepala SKPA, Targetkan Kinerja Lebih Optimal

PEMERINTAHAN

Pengusaha Langsa Digeroyok di Dalam Kantor PPA Polda Metro Jaya, Diduga Suruhan Pihak Tertentu

BERITA

Kebijakan Pon Yaya Terkait Migas Bireuen-Sigli Adalah Langkah Konstitusional Dan Visioner Demi Kedaulatan Aceh

OPINI

Berita Populer

Aceh World Time Logo
PORTAL BERITA TERDEPAN

Baca Berita Terkini & Terpercaya

Informasi akurat & transparan seputar Aceh & Nasional.

Kunjungi Website
INSTAGRAM OFFICIAL

Jangan Lewatkan Update Visual Menarik!

Follow @acehworldtimenews untuk berita harian tercepat.

Follow Instagram
AKSES BERITA 24 JAM

Kabar Terkini Dalam Genggaman Anda

Cepat, tajam, dan up-to-date setiap saat.

Baca Sekarang
©2026 Aceh World Time | Design: Newspaperly WordPress Theme
Aceh World Time Logo
Redaksi | Tentang kami | Pedoman Media Siber
Copyright © 2026 AWT