
BENER MERIAH – Cuaca ekstrem berupa angin kencang disertai hujan deras melanda wilayah Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Kamis (24/9/2026) sore. Peristiwa tersebut menyebabkan sembilan unit rumah warga mengalami kerusakan.
Kapolres Bener Meriah AKBP Ricky Nugraha, S.I.K., M.Si., mengatakan, angin kencang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Kencangnya terpaan angin mengakibatkan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap.
“Akibat cuaca ekstrem berupa angin kencang yang disertai hujan deras, terdapat sembilan rumah warga yang mengalami kerusakan,” kata AKBP Ricky Nugraha.
Berdasarkan pendataan sementara, tiga rumah yang terdampak berada di Dusun Kayu Beriring, Kampung Blang Sentang. Sementara enam rumah lainnya berada di Kampung Uring, Kecamatan Bukit.
Kerusakan mayoritas terjadi pada bagian atap rumah. Selain itu, satu rumah warga di Kampung Uring mengalami kerusakan pada bagian kanopi depan.
Sembilan warga yang rumahnya terdampak masing-masing Intan Hasan (65), Fazri (45), Rizki (30), Hasnah (55), Azmi (55), Juraini (60), Riswandi (48), Sulaiman (56), dan Maisarah (63).
Tidak ada korban jiwa maupun laporan warga yang mengalami luka-luka dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian material akibat bencana angin kencang itu diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Pasca kejadian, personel kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket). Kondisi serta hasil pendataan di lapangan kemudian dilaporkan kepada pimpinan.
Kapolres Bener Meriah mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya angin kencang dan hujan deras.
Masyarakat juga diminta segera mengambil langkah keselamatan apabila kondisi cuaca mulai membahayakan, terutama dengan menghindari berada di dekat bangunan atau pepohonan yang berpotensi tumbang.***

BERITA TERKAIT
Mualem Resmi Tunjuk Nurlis Effendi Jadi Juru Bicara Baru Pemerintah Aceh
ACEHAnak Yatim Piatu di RSUD Cut Meutia Aceh Utara Derita Sindrom Guillain-Barré, Dirujuk ke RSUDZA
ACEHKak Na Dikukuhkan sebagai Ibunda Guru Aceh, Siap Perjuangkan Kesejahteraan dan Profesionalisme Pendidik
ACEH