
Kabid Ekonomi Kreatif Ipelmasra Banda Aceh
BANDA ACEH — Menjelang genap dua tahun kepemimpinan Teuku Raja Keumangan (TRK) dan Raja Sayang di Kabupaten Nagan Raya, kritik terhadap kinerja pemerintah daerah kembali mencuat. Ikatan Pelajar Mahasiswa Nagan Raya (Ipelmasra) Banda Aceh menilai masih banyak persoalan pembangunan dan pemulihan pascabencana yang belum tertangani secara optimal.
Kritik tersebut disampaikan Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Ipelmasra Banda Aceh, Raden Fadhil Rajasa. Ia menyoroti kondisi korban banjir yang menurutnya masih membutuhkan perhatian serius, terutama terkait rehabilitasi infrastruktur dan pemulihan kehidupan masyarakat terdampak.
“Dua tahun kepemimpinan TRK-Raja Sayang harus dievaluasi secara serius. Sudah berbulan-bulan pascabanjir besar, tetapi masyarakat korban bencana masih menunggu kepastian rehabilitasi dan pemulihan yang nyata,” kata Raden Fadhil Rajasa di Banda Aceh.
Menurut Fadhil, pemerintah daerah seharusnya menempatkan pemulihan masyarakat terdampak bencana sebagai salah satu prioritas utama. Ia menilai kerusakan infrastruktur dasar, kondisi ekonomi masyarakat, serta ruang kreativitas pemuda membutuhkan langkah konkret dan terukur.
Ia juga mempertanyakan komitmen pemerintah daerah terhadap janji percepatan rehabilitasi dan pemulihan pascabencana yang sebelumnya disampaikan kepada masyarakat.
“Jangan sampai masyarakat korban bencana merasa ditinggalkan. Pemerintah harus hadir dengan kerja nyata, bukan hanya melalui pernyataan dan kegiatan seremonial,” tegasnya.
Ipelmasra Banda Aceh juga meminta Pemerintah Kabupaten Nagan Raya membuka ruang evaluasi yang lebih luas dengan melibatkan mahasiswa, pemuda, tokoh masyarakat, serta kelompok masyarakat terdampak.
Fadhil mengatakan kritik mahasiswa bukan semata-mata untuk menyudutkan pemerintah, tetapi sebagai bentuk kepedulian terhadap daerah dan masyarakat Nagan Raya.
“Kami ingin pemerintah membuktikan bahwa pemulihan pascabencana benar-benar menjadi prioritas. Infrastruktur harus diperbaiki, ekonomi masyarakat harus dipulihkan, dan pemuda harus diberikan ruang untuk berkontribusi dalam pembangunan,” ujarnya.
Ia menambahkan, mahasiswa dan masyarakat akan terus mengawal kebijakan pemerintah daerah serta menyampaikan kritik apabila ditemukan persoalan yang dinilai merugikan kepentingan publik.
“Kalau pemerintah serius bekerja untuk rakyat, mahasiswa tentu akan mendukung. Tetapi jika ada kebijakan yang mengabaikan kepentingan masyarakat, kami akan terus menyuarakan evaluasi secara terbuka dan konstitusional,” tandas Fadhil.
Ipelmasra Banda Aceh berharap sisa masa kepemimpinan TRK-Raja Sayang dapat dimanfaatkan untuk mempercepat penyelesaian persoalan pembangunan, khususnya rehabilitasi pascabencana, pemulihan ekonomi masyarakat, dan peningkatan ruang partisipasi generasi muda.***

BERITA TERKAIT
Bendera Bulan Bintang Dikibarkan di Beutong Ateuh: Warga Tegaskan Hukum dan Keadilan Telah Mati
ACEHKurir Ganja 6 Kg Ditangkap di Nagan Raya, Sempat Sembunyikan Barang Bukti
KRIMINALInvestasi Rp200 Triliun Menggema, Suara Rakyat Nagan Raya Dipertanyakan
ACEH