Skip to content
Logo
IG
HOME ACEH NASIONAL DUNIA POLITIK HUKUM OLAHRAGA BOLA PENDIDIKAN EKONOMI OPINI
LAINNYA ▾
KRIMINAL BUDAYA KESEHATAN WISATA EDITORIAL

USK dan GEN-A Perkuat Peran Remaja Lewat Pelatihan Kader SAPHYRA

Posted on September 28, 2026September 30, 2026 by yunis buloh
Calon kader SAPHYRA bersama tim pelatih. USK & GEN-A latih remaja jadi edukator-konselor sebaya kesehatan, lingkungan, dan kebencanaan.

ACEH BESAR – Universitas Syiah Kuala (USK) bersama Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A) memperkuat kapasitas remaja melalui Pelatihan dan Pembinaan Kader Edukator-Konselor Sebaya SAPHYRA yang digelar di Gampong Garot, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 26–27 September 2026, tersebut diikuti tujuh calon kader. Pelatihan menjadi bagian dari program SAPHYRA (Save Planetary Health Youth Ranger) yang mendorong keterlibatan remaja dalam edukasi terkait kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan mental, serta kesiapsiagaan bencana.

Baca juga: Nurlis Effendi Kritik Safrizal soal Serapan TKD: Fokus Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh

Program ini menempatkan remaja sebagai salah satu bagian dari sumber daya masyarakat yang dapat berperan dalam menyampaikan edukasi sekaligus membangun dukungan positif di lingkungan sekitarnya.

Selama pelatihan, para peserta mendapatkan sejumlah materi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sebagai calon edukator-konselor sebaya.

Baca juga: RSUD Cut Meutia Berikan Pelayanan Selama Ramadhan Seperti Biasa

Pada Sabtu (26/9), materi yang diberikan meliputi Pengenalan SAPHYRA dan Edukator-Konselor Sebaya, serta Teknik Edukasi yang Menyenangkan (Fun Education Techniques) yang disampaikan oleh Executive Director GEN-A, dr. Imam Maulana.

Peserta juga mendapatkan Pelatihan Dasar Penggunaan AI untuk Pembuatan Media Edukasi dan Publikasi yang disampaikan oleh Safiratun Nadia.

Baca juga: Jangkau Wilayah Terisolir, Bupati Al-Farlaky Sabet SMSI Aceh Award 2026

Memasuki hari kedua, peserta mendapatkan materi Dukungan Psikososial dan Pertolongan Pertama Psikologis (Psychological First Aid/PFA) bagi Penyintas Banjir, yang disampaikan Khansa Khiara Giatasa M.

Selain itu, peserta juga mengikuti Modul Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi Forum Anak yang disampaikan Chairul Azmi.

Berbagai materi tersebut dirancang tidak hanya untuk memperkenalkan konsep SAPHYRA, tetapi juga membekali calon kader dengan kemampuan menyampaikan edukasi, mengembangkan kapasitas organisasi, memanfaatkan teknologi dan media komunikasi, serta memahami aspek kesehatan mental, lingkungan dan kebencanaan.

Dalam pelaksanaan program SAPHYRA, peran edukator-konselor sebaya diarahkan untuk membangun kapasitas remaja agar mampu menciptakan lingkungan yang saling mendukung. Pengetahuan mengenai dukungan psikososial dan PFA menjadi salah satu bekal penting, khususnya dalam menghadapi kondisi masyarakat setelah terjadi bencana.

Salah seorang peserta, Syifa, mengaku mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru selama mengikuti pelatihan.

“Kegiatannya sangat seru dan materinya sangat bermanfaat. Saya belajar banyak di sini, mulai dari cara menjadi edukator-konselor, mengenal PFA, dan lain-lain. Saya harap kegiatan ini bisa terus berlanjut dan memotivasi banyak remaja lain,” ujarnya.

Sementara itu, Chairul Azmi menekankan pentingnya penerapan pengetahuan yang telah diperoleh peserta setelah mengikuti pelatihan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para calon kader tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan kegiatan di masyarakat,” kata Chairul.

Ia berharap SAPHYRA dapat menjadi ruang bagi remaja untuk belajar, berkembang, saling mendukung, serta berkontribusi dalam isu kesehatan mental, kesehatan lingkungan dan kesiapsiagaan bencana.

Pelatihan tersebut menjadi tahap awal pembinaan calon kader SAPHYRA. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan melalui kegiatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan keterlibatan remaja pada isu kesehatan dan ketangguhan menghadapi bencana.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, SAPHYRA diarahkan menjadi ruang belajar bagi remaja untuk mengembangkan kapasitas sekaligus memberikan kontribusi nyata di lingkungan masyarakat.

Para kader yang terbentuk nantinya diharapkan mampu meneruskan pengetahuan yang diperoleh melalui edukasi sebaya serta berbagai kegiatan kemasyarakatan secara berkelanjutan.***

Komentar Batalkan balasan

BERITA TERKAIT

Mualem Pimpin Diskusi Internasional Peringati 20 Tahun Perdamaian Aceh

ACEH

1.571 Jemaah Haji Aceh Berangkat ke Tanah Suci, Kloter 5 Segera Lepas Landas 10 Mei

ACEH

Bupati Aceh Timur Temui Pengunjuk Rasa, Tegaskan Komitmen Dampingi Penyintas Banjir

ACEH

Berita Populer

Aceh World Time Logo
PORTAL BERITA TERDEPAN

Baca Berita Terkini & Terpercaya

Informasi akurat & transparan seputar Aceh & Nasional.

Kunjungi Website
INSTAGRAM OFFICIAL

Jangan Lewatkan Update Visual Menarik!

Follow @acehworldtimenews untuk berita harian tercepat.

Follow Instagram
AKSES BERITA 24 JAM

Kabar Terkini Dalam Genggaman Anda

Cepat, tajam, dan up-to-date setiap saat.

Baca Sekarang
©2026 Aceh World Time | Design: Newspaperly WordPress Theme
Aceh World Time Logo
Redaksi | Tentang kami | Pedoman Media Siber
Copyright © 2026 AWT