Skip to content
Logo
IG
HOME ACEH NASIONAL DUNIA POLITIK HUKUM OLAHRAGA BOLA PENDIDIKAN EKONOMI OPINI
LAINNYA ▾
KRIMINAL BUDAYA KESEHATAN WISATA EDITORIAL

Tolak PT ACW dan HBS, Bentara Muda Aceh: Jangan Korbankan Beutong Ateuh Lagi

Posted on Mei 24, 2026 by admin
Ketua Umum Relawan Bentara Muda Aceh, Rozi Ananda. Foto: Pribadi

BANDA ACEH — Di tengah trauma banjir bandang yang melanda Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, pada November 2025 lalu, gelombang penolakan terhadap aktivitas pertambangan kembali menguat. Ketua Umum Relawan Bentara Muda Aceh, Rozi Ananda, menyerukan konsolidasi besar-besaran masyarakat untuk menolak kehadiran dua perusahaan tambang, yakni PT Alam Cempaka Wangi (ACW) dan PT Hasil Bumi Sembada (HBS).

Rozi menegaskan, perjuangan masyarakat Beutong Ateuh bukan sekadar konflik perebutan ruang, melainkan pertaruhan besar terhadap keberlangsungan ekologi dan masa depan lingkungan Aceh.

Baca juga: Gubernur Aceh Lepas Rombongan Peserta Mudik Gratis, Total Kuota Capai 6.421 Orang

“Ini bukan sekadar konflik ruang, ini adalah pertaruhan kedaulatan ekologis kita,” ujar Rozi Ananda.

Menurutnya, seluruh elemen masyarakat Aceh harus bersatu untuk menjaga kawasan hutan dataran tinggi Beutong Ateuh yang dinilai memiliki fungsi vital sebagai penyangga ekosistem dan sumber air bagi wilayah pesisir barat-selatan Aceh.

Baca juga: Bahas Penanganan Bencana & Kerja Sama, Mualem Terima Kunjungan Wakil Dubes Belanda

Relawan Bentara Muda Aceh menilai terdapat pola yang mencurigakan dalam aktivitas kedua perusahaan tersebut. PT ACW dan PT HBS disebut hadir menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga pascabanjir bandang, termasuk ribuan karung beras dan ratusan dus mi instan.

Namun, bantuan tersebut diduga dimanfaatkan sebagai bagian dari strategi memperoleh legitimasi sosial dan persetujuan administratif dalam proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Baca juga: Hentikan Pematokan Lahan, Ketua DPRK Aceh Utara Tinjau Sengketa Bersama Pansus

“Bantuan itu jangan sampai menjadi alat legitimasi untuk meloloskan proyek tambang yang justru mengancam ruang hidup masyarakat,” kata Rozi.

Berdasarkan data yang dihimpun Relawan Bentara Muda Aceh, PT ACW diketahui mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) eksplorasi seluas 1.820 hektare untuk komoditas tembaga. Sementara PT HBS disebut mengajukan wilayah tambang seluas 2.432,82 hektare di kawasan yang berdekatan.

Jika seluruh rencana tersebut terealisasi, hampir 4.300 hektare kawasan hutan di Beutong Ateuh terancam terdampak aktivitas pertambangan terbuka atau open-pit mining.

Rozi menilai dampak yang ditimbulkan tidak hanya berupa kerusakan lingkungan, tetapi juga ancaman terhadap koridor ekologis yang menghubungkan Kawasan Ekosistem Leuser dengan Ulu Masen.

Selain berpotensi memicu hilangnya habitat satwa liar, aktivitas tambang juga dikhawatirkan mengganggu suplai air irigasi yang selama ini menjadi penopang sektor pertanian masyarakat di wilayah hilir.

Di sisi lain, Rozi menyoroti kondisi sosial masyarakat Beutong Ateuh yang masih menyimpan trauma sejarah, termasuk tragedi kemanusiaan 23 Juli 1999 yang menewaskan ulama Teungku Bantaqiah bersama puluhan santrinya.

Menurutnya, kehadiran alat berat dan aktivitas korporasi di wilayah tersebut dapat memunculkan kembali rasa takut dan trauma di tengah masyarakat.

“Ketika alat berat korporasi turun ke sana, warga tidak melihatnya sebagai pembangunan. Mereka melihatnya sebagai ancaman pengulangan militerisasi ruang,” tegasnya.

Rozi juga mengingatkan keberhasilan perjuangan masyarakat pada tahun 2019 saat berhasil mendesak pembatalan IUP PT Emas Mineral Murni (EMM). Ia optimistis gerakan penolakan tambang di Beutong Ateuh kembali mampu menghentikan ekspansi industri ekstraktif apabila soliditas masyarakat terus terjaga.

“Kita tidak akan membiarkan Beutong Ateuh dikorbankan kembali,” pungkas Rozi Ananda.***

Komentar Batalkan balasan

BERITA TERKAIT

Dua Tahun Kepemimpinan TRK–Raja Sayang, Ipelmasra Tuntut Bukti Nyata untuk Rakyat

ACEH

Kurir Ganja 6 Kg Ditangkap di Nagan Raya, Sempat Sembunyikan Barang Bukti

KRIMINAL

FKM Pasee Aceh Kritik Izin Tambang Beutong Ateuh, Pertanyakan Komitmen Pemerintah terhadap Lingkungan

ACEH

Berita Populer

Aceh World Time Logo
PORTAL BERITA TERDEPAN

Baca Berita Terkini & Terpercaya

Informasi akurat & transparan seputar Aceh & Nasional.

Kunjungi Website
INSTAGRAM OFFICIAL

Jangan Lewatkan Update Visual Menarik!

Follow @acehworldtimenews untuk berita harian tercepat.

Follow Instagram
AKSES BERITA 24 JAM

Kabar Terkini Dalam Genggaman Anda

Cepat, tajam, dan up-to-date setiap saat.

Baca Sekarang
©2026 Aceh World Time | Design: Newspaperly WordPress Theme
Aceh World Time Logo
Redaksi | Tentang kami | Pedoman Media Siber
Copyright © 2026 AWT