
ACEH UTARA — Rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-800 Samudera Pasai di Kabupaten Aceh Utara resmi ditutup setelah berlangsung meriah selama tujuh hari tujuh malam.
Kemeriahan perayaan tersebut mendapat apresiasi dari jajaran pemuda Aceh Utara. Ketua Harian Muda Seudang Aceh Utara, Riski Hayatillah, S.S.T., menyampaikan rasa bangga sekaligus terima kasih kepada Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M. (Ayah Wa), Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi, S.I.Kom. (Tarmizi Panyang), serta seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan perhelatan tersebut.
“Jujur saja, ini pengalaman luar biasa bagi kita semua. Perayaan sebesar dan semeriah ini berlangsung tujuh hari tujuh malam berturut-turut baru pertama kali terjadi dalam sejarah Aceh Utara,” ungkap Riski Hayatillah seusai acara penutupan.
Menurut Riski, keberanian dan komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam mengangkat sejarah serta kebudayaan daerah patut diapresiasi. Ia menilai perayaan 800 tahun Samudera Pasai tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan sejumlah dampak positif.
Bangkitkan Kebanggaan Generasi Muda
Riski menyebut momentum 800 tahun Samudera Pasai menjadi kesempatan penting untuk kembali memperkenalkan sejarah kejayaan daerah kepada generasi muda.
Generasi muda Aceh Utara, kata dia, kembali diingatkan bahwa wilayah tersebut memiliki sejarah panjang sebagai bagian dari pusat peradaban Islam dan perdagangan pada masa lalu.
“Ini penting untuk membangun kebanggaan anak muda terhadap sejarah daerahnya. Jangan sampai generasi sekarang hanya mengenal sejarah Samudera Pasai dari buku, tetapi tidak memiliki rasa memiliki terhadap warisan tersebut,” ujarnya.
UMKM dan Ekonomi Rakyat Ikut Bergerak
Selain aspek sejarah dan budaya, perayaan tersebut juga dinilai memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.
Selama tujuh hari penyelenggaraan, kawasan acara dipadati pengunjung. Kondisi itu turut memberikan peluang bagi pelaku UMKM, pedagang kecil dan penyedia jasa lokal untuk meningkatkan pendapatan.
Menurut Riski, kegiatan berskala besar seperti ini perlu terus dikembangkan dengan melibatkan sebanyak mungkin pelaku ekonomi lokal.
Seniman Lokal Mendapat Ruang
Perayaan Milad Samudera Pasai ke-800 juga menjadi wadah bagi seniman dan pelaku budaya lokal untuk tampil di hadapan masyarakat.
Berbagai pertunjukan seni dan budaya daerah turut mengisi rangkaian acara, sehingga tradisi kesenian lokal mendapat ruang untuk kembali diperkenalkan kepada generasi muda.
“Panggung seperti ini sangat penting bagi seniman lokal. Mereka mendapatkan ruang untuk menunjukkan karya sekaligus memperkenalkan budaya Aceh Utara kepada masyarakat luas,” kata Riski.
Pererat Silaturahmi Masyarakat
Rangkaian perayaan tersebut juga dinilai berhasil menjadi ruang berkumpul bagi masyarakat dari berbagai wilayah di Aceh Utara.
Riski menyebut suasana kebersamaan yang tercipta selama acara menjadi salah satu nilai penting dari perayaan 800 tahun Samudera Pasai.
“Kami dari Muda Seudang sangat mendukung penuh langkah Ayah Wa–Panyang dan Pemkab Aceh Utara. Semoga acara kebudayaan dan sejarah seperti ini bisa terus dirawat dan menjadi agenda berkala ke depannya,” tutup Riski.
Ia berharap momentum 800 tahun Samudera Pasai tidak berhenti sebagai seremoni semata, tetapi menjadi titik awal bagi upaya yang lebih berkelanjutan dalam menjaga sejarah, mengembangkan kebudayaan, memberdayakan generasi muda, serta menggerakkan ekonomi masyarakat Aceh Utara.***

BERITA TERKAIT
Dilema Membelah Aceh: Antara Kegagalan Tata Kelola dan Khianat Pada Sejarah
OPINIGubernur Aceh Kirim Surat ke Gubernur Massachusetts, Usulkan Pelestarian Jejak Sejarah Aceh
ACEHMuda Seudang Aceh Utara Nyatakan Dukung Penuh Pon Yaya Jadi Ketua DPR Aceh
ACEH