Skip to content
Logo
IG
HOME ACEH NASIONAL DUNIA POLITIK HUKUM OLAHRAGA BOLA PENDIDIKAN EKONOMI OPINI
LAINNYA ▾
KRIMINAL BUDAYA KESEHATAN WISATA EDITORIAL

Milad Samudera Pasai ke-800 Ditutup Meriah, Muda Seudang Apresiasi Ayah Wa–Tarmizi Panyang

Posted on September 14, 2026September 14, 2026 by yunis buloh
Riski Hayatillah, S.S.T. — Ketua Harian Muda Seudang Aceh Utara, memberikan apresiasi kepada Pemkab Aceh Utara atas terselenggaranya Milad 800 Tahun Samudera Pasai yang berlangsung meriah dan bermakna. Foto: Acehworldtime.com

ACEH UTARA — Rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-800 Samudera Pasai di Kabupaten Aceh Utara resmi ditutup setelah berlangsung meriah selama tujuh hari tujuh malam.

Kemeriahan perayaan tersebut mendapat apresiasi dari jajaran pemuda Aceh Utara. Ketua Harian Muda Seudang Aceh Utara, Riski Hayatillah, S.S.T., menyampaikan rasa bangga sekaligus terima kasih kepada Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M. (Ayah Wa), Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi, S.I.Kom. (Tarmizi Panyang), serta seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan perhelatan tersebut.

Baca juga: Ka. Rutan Tapaktuan Tinjau Lahan Ketahanan Pangan demi Produktivitas Warga Binaan

“Jujur saja, ini pengalaman luar biasa bagi kita semua. Perayaan sebesar dan semeriah ini berlangsung tujuh hari tujuh malam berturut-turut baru pertama kali terjadi dalam sejarah Aceh Utara,” ungkap Riski Hayatillah seusai acara penutupan.

Menurut Riski, keberanian dan komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam mengangkat sejarah serta kebudayaan daerah patut diapresiasi. Ia menilai perayaan 800 tahun Samudera Pasai tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan sejumlah dampak positif.

Baca juga: Layanan Kemoterapi RSUCM Aceh Utara: Solusi Pengobatan Kanker Tanpa Perlu Rujuk ke Luar Daerah

Bangkitkan Kebanggaan Generasi Muda

Riski menyebut momentum 800 tahun Samudera Pasai menjadi kesempatan penting untuk kembali memperkenalkan sejarah kejayaan daerah kepada generasi muda.

Baca juga: Bupati Aceh Besar Tegaskan Komitmen Misi Pembangunan Pendidikan Berbasis Syariat

Generasi muda Aceh Utara, kata dia, kembali diingatkan bahwa wilayah tersebut memiliki sejarah panjang sebagai bagian dari pusat peradaban Islam dan perdagangan pada masa lalu.

“Ini penting untuk membangun kebanggaan anak muda terhadap sejarah daerahnya. Jangan sampai generasi sekarang hanya mengenal sejarah Samudera Pasai dari buku, tetapi tidak memiliki rasa memiliki terhadap warisan tersebut,” ujarnya.

UMKM dan Ekonomi Rakyat Ikut Bergerak

Selain aspek sejarah dan budaya, perayaan tersebut juga dinilai memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

Selama tujuh hari penyelenggaraan, kawasan acara dipadati pengunjung. Kondisi itu turut memberikan peluang bagi pelaku UMKM, pedagang kecil dan penyedia jasa lokal untuk meningkatkan pendapatan.

Menurut Riski, kegiatan berskala besar seperti ini perlu terus dikembangkan dengan melibatkan sebanyak mungkin pelaku ekonomi lokal.

Seniman Lokal Mendapat Ruang

Perayaan Milad Samudera Pasai ke-800 juga menjadi wadah bagi seniman dan pelaku budaya lokal untuk tampil di hadapan masyarakat.

Berbagai pertunjukan seni dan budaya daerah turut mengisi rangkaian acara, sehingga tradisi kesenian lokal mendapat ruang untuk kembali diperkenalkan kepada generasi muda.

“Panggung seperti ini sangat penting bagi seniman lokal. Mereka mendapatkan ruang untuk menunjukkan karya sekaligus memperkenalkan budaya Aceh Utara kepada masyarakat luas,” kata Riski.

Pererat Silaturahmi Masyarakat

Rangkaian perayaan tersebut juga dinilai berhasil menjadi ruang berkumpul bagi masyarakat dari berbagai wilayah di Aceh Utara.

Riski menyebut suasana kebersamaan yang tercipta selama acara menjadi salah satu nilai penting dari perayaan 800 tahun Samudera Pasai.

“Kami dari Muda Seudang sangat mendukung penuh langkah Ayah Wa–Panyang dan Pemkab Aceh Utara. Semoga acara kebudayaan dan sejarah seperti ini bisa terus dirawat dan menjadi agenda berkala ke depannya,” tutup Riski.

Ia berharap momentum 800 tahun Samudera Pasai tidak berhenti sebagai seremoni semata, tetapi menjadi titik awal bagi upaya yang lebih berkelanjutan dalam menjaga sejarah, mengembangkan kebudayaan, memberdayakan generasi muda, serta menggerakkan ekonomi masyarakat Aceh Utara.***

Komentar Batalkan balasan

BERITA TERKAIT

Dilema Membelah Aceh: Antara Kegagalan Tata Kelola dan Khianat Pada Sejarah

OPINI

Gubernur Aceh Kirim Surat ke Gubernur Massachusetts, Usulkan Pelestarian Jejak Sejarah Aceh

ACEH

Muda Seudang Aceh Utara Nyatakan Dukung Penuh Pon Yaya Jadi Ketua DPR Aceh

ACEH

Berita Populer

Aceh World Time Logo
PORTAL BERITA TERDEPAN

Baca Berita Terkini & Terpercaya

Informasi akurat & transparan seputar Aceh & Nasional.

Kunjungi Website
INSTAGRAM OFFICIAL

Jangan Lewatkan Update Visual Menarik!

Follow @acehworldtimenews untuk berita harian tercepat.

Follow Instagram
AKSES BERITA 24 JAM

Kabar Terkini Dalam Genggaman Anda

Cepat, tajam, dan up-to-date setiap saat.

Baca Sekarang
©2026 Aceh World Time | Design: Newspaperly WordPress Theme
Aceh World Time Logo
Redaksi | Tentang kami | Pedoman Media Siber
Copyright © 2026 AWT