BANDA ACEH — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, resmi melepas keberangkatan jamaah haji Kloter 7 Embarkasi Aceh di Asrama Haji Banda Aceh, Senin (11/5/2026). Dalam kegiatan tersebut, Al-Farlaky turut didampingi Ketua TP PKK Aceh Timur, Ny. Dr. Lismawani Iskandar Al-Farlaky.
Sebanyak 393 jamaah haji tergabung dalam Kloter 7, terdiri dari 151 jamaah perempuan dan 242 jamaah laki-laki. Rinciannya, jamaah asal Kabupaten Aceh Timur sebanyak 246 orang, Kabupaten Pidie 138 orang, Kabupaten Aceh Utara 1 orang, Kabupaten Pidie Jaya 1 orang, dan Kabupaten Aceh Besar 1 orang.
Panitia juga menyebutkan seluruh jamaah Kloter 7 akan menempati wilayah maktab Jarwal sektor 06 selama berada di Tanah Suci.
Dalam laporan panitia, hingga Kloter 6 sebanyak 2.352 jamaah haji asal Aceh telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Sementara itu, daftar tunggu atau waiting list jamaah haji Aceh per 11 Mei 2026 mencapai 147.184 orang dengan estimasi masa tunggu sekitar 26 tahun.
Dalam sambutannya, Bupati Al-Farlaky menyampaikan bahwa jamaah haji yang berangkat tahun ini merupakan insan pilihan Allah SWT untuk menunaikan rukun Islam kelima.
“Tidak semua orang yang memiliki harta, kesehatan, dan kehidupan yang berkecukupan mendapat panggilan untuk menjadi tamu Allah. Karena itu bapak dan ibu sekalian adalah orang-orang terpilih,” ujar Al-Farlaky.
Ia menggambarkan ibadah haji sebagai momentum besar persatuan umat Islam dunia, di mana seluruh muslim dari berbagai negara, suku, bahasa, dan latar belakang berkumpul dalam satu tujuan yang sama, yakni beribadah kepada Allah SWT.
Al-Farlaky juga menyinggung panjangnya antrean keberangkatan haji di Aceh yang kini mencapai 26 tahun. Ia berharap ke depan pemerintah dapat menghadirkan regulasi baru agar masa tunggu jamaah bisa dipersingkat.
“Kita berharap ke depan ada perubahan regulasi sehingga masyarakat Aceh yang ingin menunaikan ibadah haji tidak harus menunggu terlalu lama,” katanya.
Pada kesempatan itu, Al-Farlaky turut menitipkan doa kepada seluruh jamaah agar mendoakan Aceh dan Kabupaten Aceh Timur tetap aman, damai, dan dijauhkan dari berbagai fitnah.
Ia juga menyoroti tantangan era digital saat ini, terutama maraknya fitnah dan pembunuhan karakter melalui media sosial yang dinilai dapat memecah belah masyarakat.
“Doakan kami agar dapat menjalankan amanah memimpin daerah dengan baik dan dijauhkan dari fitnah-fitnah di media sosial yang dapat memecah belah masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Bupati mengingatkan jamaah agar menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Ia menyebut suhu di Mekkah diperkirakan mencapai 40 hingga 42 derajat Celcius.
Karena itu, jamaah diminta memperbanyak konsumsi air putih, memanfaatkan air zam-zam yang tersedia di sekitar Masjidil Haram, serta segera berkonsultasi dengan petugas kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan.
Al-Farlaky juga mengajak seluruh jamaah menjaga kekompakan dan persatuan sesama masyarakat Aceh selama berada di Arab Saudi.
“Di sana tidak ada lagi jamaah Aceh Timur, jamaah Pidie atau daerah lainnya. Yang ada adalah jamaah Aceh. Mari saling membantu dan menunjukkan persatuan orang Aceh di Tanah Suci,” pesannya.
Menutup sambutannya, Al-Farlaky berharap seluruh jamaah dapat menunaikan ibadah haji dengan sempurna, kembali ke tanah air dalam keadaan sehat, serta menjadi haji dan hajjah yang mabrur.
Ia juga meminta jamaah turut mendoakan para pemimpin Aceh agar mampu menjalankan amanah demi terciptanya kedamaian dan kemakmuran daerah.
“Doakan Aceh agar menjadi daerah yang damai, makmur, serta tetap kuat dalam syariat Islam. Semoga cita-cita mewujudkan Aceh yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur dapat tercapai,” pungkasnya.***









Komentar