Aceh News
Beranda » Korban Hilang Banjir Bandang Aceh Utara 2025 Ditemukan dalam Kondisi Kerangka

Korban Hilang Banjir Bandang Aceh Utara 2025 Ditemukan dalam Kondisi Kerangka

petugas kepolisian, anggota TNI, dan warga sekitar sedang berada di lokasi penemuan kerangka manusia yang merupakan korban hilang akibat banjir bandang tahun 2025.

ACEH UTARA – Seorang korban banjir bandang yang melanda Aceh Utara pada akhir tahun 2025 akhirnya ditemukan pada Rabu (25/3/2026) pagi.

Korban yang bernama Sakdiah (49), warga Gampong Lhok Reudeup, Kecamatan Tanah Jambo Aye, ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka di kebun milik warga di desa tetangga, Gampong Biram Rayeuk.

Sakdiah sebelumnya dilaporkan hanyut saat bencana melanda wilayah tersebut. Pengecualian penemuan bermula dari kecurigaan pemilik kebun, Sulaiman, terhadap tumpukan tanah yang tidak biasa di lahannya.

“Korban ditemukan sekitar pukul 08.30 WIB di kebun milik warga. Awalnya pemilik kebun melihat tumpukan tanah yang mencurigakan, kemudian dilaporkan kepada perangkat desa,” ujar Kapolsek Tanah Jambo Aye AKP Agus Alfian Halomoan Lubis melalui keterangan Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto.

Setelah menerima laporan dari Sulaiman, Wakil Tuha Peut setempat Ismail beserta anaknya yang berprofesi sebagai bidan mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi. Setelah dilakukan pengecekan, keduanya menemukan kerangka manusia dan segera menginformasikan kepada aparat setempat.

Waspada Penipuan Mengatasnamakan Sofyan Ismail (Chambet) Panglima Muda Daerah-III Tgk Tjik di Paya Bakong

Personel Polsek Tanah Jambo Aye bersama anggota Koramil 14 Jambo Aye kemudian menuju lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Berdasarkan hasil identifikasi bersama keluarga korban, dipastikan bahwa kerangka tersebut adalah Sakdiah.

Setelah proses identifikasi selesai, jenazah dievakuasi bersama warga dan dibawa ke rumah duka, sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Penemuan ini mengakhiri pencarian korban hilang akibat bencana tersebut dan memberikan kepastian bagi keluarga yang selama ini menanti kabar.

Berdasarkan data dari Posko Penanggulangan Bencana Banjir BPBD Aceh Utara yang diperoleh aceworldtime.com, hingga 3 Februari 2026 jumlah korban meninggal dunia mencapai 246 orang, lima orang dinyatakan hilang, dan korban luka-luka sebanyak 2.127 orang. Dengan ditemukannya Sakdiah, jumlah korban hilang kini tersisa empat orang.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement