BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebanyak 36 titik panas (hotspot) di seluruh wilayah Aceh. Data tersebut diperoleh dari pemantauan satelit sensor MODIS melalui satelit Terra, Aqua, Suomi NPP, serta NOAA-20/VIIRS.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda, Dedi, menyampaikan bahwa sebagian besar titik panas berada di Kabupaten Aceh Selatan, dengan 11 titik di Kecamatan Trumon dan 1 titik di Kecamatan Trumon Tengah, seperti yang disampaikannya pada Jumat (13/3/2026).
Selain Aceh Selatan, titik panas juga tercatat di berbagai wilayah lain. Di antaranya Kabupaten Aceh Barat (Kecamatan Samatiga), Aceh Barat Daya (Kecamatan Babah Rot), Aceh Jaya (Kecamatan Darul Hikmah), Aceh Tamiang (Kecamatan Sekerak), Aceh Tenggara (Kecamatan Babul Rahmah dan Leuser), serta Aceh Timur (Kecamatan Simpang Jernih).
Hotspot juga terpantau di Kabupaten Bener Meriah (Kecamatan Syiah Utama), Kota Lhokseumawe (Kecamatan Muara Satu), Kota Subulussalam (Kecamatan Sultan Daulat), Kabupaten Nagan Raya (Kecamatan Darul Makmur), Kabupaten Pidie (Kecamatan Padang Tiji), dan Kabupaten Simeulue (Kecamatan Salang).
Dedi menjelaskan bahwa kondisi atmosfer Aceh saat ini dipengaruhi belokan angin yang berpotensi meningkatkan aktivitas konvektif. Selain itu, suhu muka laut perairan barat Aceh yang relatif hangat juga meningkatkan proses penguapan, sehingga menambah massa uap air di atmosfer.
“Kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Aceh,” ucapnya.
Menurut dia, kondisi ini berpotensi memicu hujan yang terjadi secara tiba-tiba, terutama pada sore hingga malam hari di beberapa wilayah. BMKG juga memprakirakan cuaca di sejumlah kota di Aceh umumnya berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang pada siang atau sore hari.
Di Banda Aceh, suhu udara diperkirakan berkisar 24 hingga 28 derajat Celsius dengan potensi hujan pada siang hari. Sementara di Sabang, cuaca cenderung berawan dengan suhu sekitar 25 hingga 28 derajat Celsius.
“Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah lain seperti Sigli, Meureudu, Bireuen, dan Lhoksukon dengan kisaran suhu antara 17 hingga 30 derajat Celsius serta kecepatan angin sekitar 3 hingga 6 kilometer per jam,” tambah Dedi.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat muncul secara tiba-tiba akibat pemanasan intens pada siang hari. Masyarakat juga diminta berhati-hati saat beraktivitas luar ruangan, terutama saat berkendara dalam cuaca buruk yang berpotensi disertai angin kencang, banjir, maupun tanah longsor.***



Komentar