Skip to content
Logo
IG
HOME ACEH NASIONAL DUNIA POLITIK HUKUM OLAHRAGA BOLA PENDIDIKAN EKONOMI OPINI
LAINNYA ▾
KRIMINAL BUDAYA KESEHATAN WISATA EDITORIAL

Alihfungsikan Batalyon yang Ada, Daripada Menambah yang Baru

Posted on Mei 2, 2025Mei 2, 2025 by admin
Teuku Alfin Aulia

Lhokseumawe – Menanggapi rencana penambahan batalyon TNI di wilayah Aceh, Teuku Alfin Aulia selaku Founder Halaqah Aneuk Bangsa menyuarakan pandangannya. Ia mengungkapkan sikap penolakan terhadap rencana tersebut, meski tetap memberikan apresiasi atas intensi positif pihak militer.

“Sebagai bagian dari masyarakat Aceh, kami sangat menghargai dan memahami maksud baik TNI yang ingin berkontribusi dalam proses pembangunan di wilayah kami. Namun, rencana penambahan batalyon baru perlu dikaji ulang secara mendalam, mengingat kesepakatan yang telah tertuang dalam MoU Helsinki dan proses perdamaian yang selama ini telah dibangun, harus benar-benar dijaga dengan baik,” papar Alfin dalam pernyataannya, Jum’at (02/05/2025).

Baca juga: Anggota DPRK Aceh Utara Dapil VI Laksanakan Reses Pertama 2025

Founder Halaqah Aneuk Bangsa ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara upaya pembangunan dan komitmen perdamaian yang telah terjalin selama ini. Sebagai solusi alternatif, Halaqah Aneuk Bangsa mengajukan gagasan yang dinilai lebih konstruktif untuk situasi saat ini.

“Kami mengusulkan sebuah pendekatan yang lebih adaptif, yakni dengan mengoptimalkan batalion yang sudah ada melalui transformasi fungsi menjadi batalion teritorial. Langkah ini akan memungkinkan TNI tetap dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah tanpa perlu menambah kehadiran militer baru,” jelasnya.

Baca juga: Viral Live Asusila di TikTok, Dua Pelanggar Syariat Diserahkan ke Kejaksaan Banda Aceh

Menurut Alfin, transformasi fungsi batalion yang sudah ada menjadi batalion teritorial merupakan solusi yang lebih bijaksana. Pendekatan ini tidak hanya dapat mengakomodasi aspirasi TNI untuk terlibat dalam pembangunan masyarakat, tetapi juga tetap menghormati semangat perdamaian yang telah terbangun di Aceh.

“Dengan pengalihfungsian ini, kita dapat mempertahankan stabilitas yang telah tercapai, sekaligus membuka ruang bagi TNI untuk berperan aktif dalam pembangunan masyarakat Aceh. Ini adalah win-win solution yang dapat mengakomodasi kepentingan semua pihak sambil tetap menjaga nilai-nilai yang tertuang dalam MoU Helsinki,” paparnya.

Baca juga: Ribuan Jamaah Haji Aceh Terima Wakaf Baitul Asyi, Nilainya Capai 11,2 Juta Riyal

Menurutnya, kondisi Aceh yang saat ini sudah sangat aman dan kondusif, tidak memerlukan kehadiran personel militer tambahan,

“Seluruh pihak harus benar-benar memperhatikan aspek-aspek yang ada didalam butir-butir MOU helsinki, karena hal ini merupakan hak yang sangat sensitif, dan tentu saja dapat memungkinkan lahirnya konflik-konflik baru kedepannya,” tutup Alfin Aulia.

Komentar Batalkan balasan

BERITA TERKAIT

Duta JKN RSUD Cut Meutia Permudah Pendaftaran Pasien

ACEH

Habibi Aceh Raih Juara 1 AKSI Indosiar 2026

ACEH

Mualem Tunjuk Pon Yaya Pimpin KPA Wilayah Pase, Gantikan Abu Len

ACEH

Berita Populer

Aceh World Time Logo
PORTAL BERITA TERDEPAN

Baca Berita Terkini & Terpercaya

Informasi akurat & transparan seputar Aceh & Nasional.

Kunjungi Website
INSTAGRAM OFFICIAL

Jangan Lewatkan Update Visual Menarik!

Follow @acehworldtimenews untuk berita harian tercepat.

Follow Instagram
AKSES BERITA 24 JAM

Kabar Terkini Dalam Genggaman Anda

Cepat, tajam, dan up-to-date setiap saat.

Baca Sekarang
©2026 Aceh World Time | Design: Newspaperly WordPress Theme
Aceh World Time Logo
Redaksi | Tentang kami | Pedoman Media Siber
Copyright © 2026 AWT