
NEW YORK — Momen langka dan menyayat hati terjadi di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Rabu (23/9/2026). Saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersiap berpidato, puluhan delegasi bangkit serentak dan meninggalkan aula.
Terekam jelas detik-detik perwakilan berbagai negara berjalan keluar ruangan sebelum Netanyahu sempat menyampaikan sepatah kata pun. Akibatnya, hanya kurang dari 30 persen kursi yang terisi saat ia berbicara. Dilaporkan 77 delegasi turut melakukan aksi walkout tersebut.
Protes Terdengar Langsung di Podium
Bukan sekadar pergi diam-diam. Sebagian delegasi bahkan meneriakkan kecaman saat Netanyahu menaiki mimbar, menjadikan momen itu sebagai teguran diplomatik yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Media Israel sendiri tak menutup mata. Surat kabar Yedioth Ahronoth menyebutnya sebagai “protes dramatis”, sementara saluran berita Channel 14 melukiskannya sebagai “meludahi wajah Israel” — pengakuan pahit atas kian terisolasi kedudukan negara itu di mata dunia.
Media Dunia Soroti Isolasi Netanyahu
Koran-koran besar internasional tak membahas isi pidato, melainkan menyoroti siapa yang pergi. The Guardian, Washington Post, The Independent, hingga The New York Times menekankan bahwa Netanyahu justru ditinggal oleh para sekutunya sendiri.
Rosa Freedman, profesor hukum spesialis PBB dari Universitas Reading, menjelaskan aksi ini sah secara aturan.
“Selama dilakukan secara damai, tidak ada larangan bagi negara untuk keluar masuk ruangan,” ujarnya.
Aksi walkout di Sidang Umum PBB memang sudah berlangsung puluhan tahun sebagai bentuk protes diplomatik, namun skala yang dialami Netanyahu kali ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah, menandakan pergeseran dukungan global yang sangat nyata.***

BERITA TERKAIT
Krisis Migrasi Ceuta Memanas, Warga Bentrok dengan Migran
DUNIAF-35B Korps Marinir AS Jatuh dan Terbakar di Miramar
DUNIAPaul Biya, Usia 92 Tahun, Kembali Terpilih sebagai Presiden Kamerun untuk Masa Jabatan Ke-8
DUNIA