
AS – Militer Amerika Serikat menyatakan telah menyelesaikan gelombang serangan terbaru AS di Iran yang berlangsung selama dua jam dengan menghantam puluhan target di wilayah Iran. Washington menyebut operasi tersebut sebagai “respons yang kuat” terhadap rudal-rudal Iran yang diluncurkan ke arah pasukan AS di Timur Tengah sehari sebelumnya.
Serangan Amerika Serikat itu dilaporkan menewaskan tiga anggota satu keluarga di Pulau Qeshm, Iran. Berdasarkan laporan kantor berita Iran, Fars, yang dikutip AFP pada Kamis (30/07/2026), korban terdiri atas seorang ayah, ibu, dan anak mereka yang berusia dua tahun.
“Serangan AS terhadap sebuah rumah tinggal di kawasan Chah Tangu, Qeshm, menewaskan tiga anggota keluarga: ayah, ibu, dan anak mereka yang berusia 2 tahun,” lapor Fars mengutip Universitas Ilmu Kedokteran Hormozgan, seraya menambahkan bahwa dua anak lainnya terluka.
Sebelumnya, militer Amerika Serikat pada Selasa waktu setempat menyampaikan bahwa mereka berhasil mencegat sejumlah rudal balistik yang ditembakkan Iran ke arah pasukan AS di Yordania. Otoritas Iran kemudian mengonfirmasi telah meluncurkan rudal-rudal balistik ke pangkalan militer Amerika Serikat di Yordania.
Setelah rudal-rudal tersebut berhasil dicegat, Presiden Donald Trump menegaskan bahwa pasukan AS akan memberikan balasan. “Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras,” katanya.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menjelaskan bahwa operasi tersebut merupakan “respons yang kuat terhadap upaya serangan Iran kemarin terhadap pasukan AS yang berbasis di Timur Tengah.”
CENTCOM menyebut serangan dimulai pada pukul 20.00 ET pada Rabu (29/07/2026) atau 00.00 GMT pada Kamis, kemudian berakhir pada pukul 22.00 ET atau 02.00 GMT pada Kamis.
Dalam pernyataannya pada Rabu (29/07/2026) waktu setempat, CENTCOM mengatakan, “CENTCOM menyerang puluhan target Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di Iran, termasuk pusat komando militer, fasilitas rudal dan drone, situs pengawasan dan pertahanan pantai, serta kemampuan maritim,” kata Komando Pusat AS tersebut dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (29/07/2026) waktu setempat.
Perang Iran dimulai pada 28/02/2026 ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Setelah itu, Teheran membalas dengan melakukan serangan ke Israel dan negara-negara Teluk.

BERITA TERKAIT
Italia Kerahkan Ratusan Personel Militer ke Kawasan Teluk
DUNIAPresiden Prabowo Menunda Pengiriman Pasukan Perdamaian ke Gaza Akibat Eskalasi Konflik di Timur Tengah
NASIONALKorea Utara Dukung Pilihan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Iran, Kecam Serangan AS-Israel
DUNIA