
Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) melaporkan kelangkaan semen Aceh kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana. Laporan tersebut disampaikan untuk memperkuat permintaan penambahan pasokan semen ke Aceh.
“Kelangkaan semen ini bisa mempengaruhi proses rehab-rekon pasca bencana hidrometeorologi di Aceh,” kata Wagub Dek Fadh sebagaimana disampaikan Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, di Banda Aceh, Selasa (04/08/2026).
Mendagri Respons Kelangkaan Semen Aceh
Nurlis mengatakan Mendagri Tito Karnavian langsung merespons laporan yang disampaikan Wagub Aceh.
“Pak Mendagri langsung mengatakan kepada Pak Wagub, bahwa beliau segera mencari solusi untuk menyelesaikan kelangkaan semen di Aceh,” katanya.
Selain melaporkan persoalan tersebut kepada Mendagri, Wagub Aceh juga menyampaikannya kepada CEO Danantara Rosan Roeslani dan Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria.
Laporan tersebut kemudian mendapat respons dari Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata.
“Laporan Pak Wagub, ternyata direspon Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata, beliau juga menyampaikan laporan Pak Wagub menjadi atensi, dan segera dicarikan solusi,” kata Nurlis.
Koordinasi Pemerintah Aceh dengan Pemerintah Pusat
Nurlis menjelaskan, koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Danantara merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Aceh Muzakir Manaf.
“Agar seluruh hambatan yang berpotensi mengganggu percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana segera diselesaikan melalui sinergi antara Pemerintah Aceh, Pemerintah Pusat, dan BUMN,” katanya.
Dalam laporan kepada Mendagri dan pihak Danantara, Wagub menjelaskan bahwa telah terjadi lonjakan permintaan semen di Aceh.
Kondisi tersebut terjadi seiring dimulainya pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi serta meningkatnya kegiatan pembangunan di berbagai daerah.
Kebutuhan Semen Aceh Capai 4.200 Ton per Hari
Berdasarkan hasil evaluasi Pemerintah Aceh, proyeksi kebutuhan semen di Aceh saat ini mencapai sekitar 4.200 ton per hari. Sementara itu, kapasitas pasokan yang tersedia baru sekitar 3.700 ton per hari.
Dengan demikian, masih terdapat defisit sekitar 500 ton per hari atau sekitar 12.500 sak per hari.
Kekurangan pasokan tersebut juga telah memicu kenaikan harga semen di pasaran. Harga yang sebelumnya sekitar Rp70.000 per sak meningkat menjadi Rp120.000 per sak.
Kenaikan harga tersebut mulai berdampak terhadap masyarakat dan pelaksanaan berbagai proyek pembangunan.
“Sehubungan dengan hal tersebut, kami mohon dukungan untuk dapat mempercepat penambahan pasokan semen ke Aceh,” kata Wagub sebagaimana diulangi Nurlis.
“Sehingga kebutuhan masyarakat dan percepatan rehabilitasi serta rekonstruksi pascabencana dapat terpenuhi, sekaligus menjaga stabilitas harga di pasaran.”
SBA Tambah Pasokan Semen ke Aceh
Sebelumnya, persoalan kelangkaan semen dibahas dalam rapat evaluasi yang dipimpin Asisten II Setda Aceh Teuku Robby Izra di Kantor Gubernur Aceh, Senin (03/08/2026).
Dalam rapat tersebut, General Manager PT SBA R Adi Santosa menyampaikan langkah untuk mengatasi kelangkaan semen. Salah satunya dengan menambah jam operasional Terminal Pengisian Krueng Geukuh II dari 16 jam menjadi 24 jam per hari.
Selain menambah waktu operasional terminal, SBA juga meningkatkan pasokan semen curah dari luar Aceh melalui tiga kapal pengiriman.
Kapal pertama telah bersandar di Pelabuhan Krueng Geukuh pada Minggu (02/08/2026) dengan membawa semen curah.
Pengiriman berikutnya akan dilakukan secara bertahap sepanjang Agustus untuk memastikan ketersediaan semen di Aceh tetap terjaga.

BERITA TERKAIT
BGN Temukan 414 Dapur MBG Bermasalah, Rp311,2 Miliar Dikembalikan
NASIONALTertib Lalu Lintas Ditegakkan, 20 Pelanggar Ditindak dalam Operasi Patuh Seulawah di Lhokseumawe
ACEHPegadaian Championship 2025/2026 Segera Bergulir, Persiraja Banda Aceh Bidik Fitra Ridwan
BOLA