acehworldtime.com – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan peluncuran Gelombang ke-44 dari Operasi Janji Sejati 4 pada malam ke-23 Ramadhan, bertepatan dengan malam Lailatul Qadar dan menjelang Hari Al-Quds Internasional, seperti yang dilaporkan oleh Al Mayadeen.
Serangan besar-besaran ini melibatkan kombinasi rudal balistik presisi dan pesawat tak berawak (drone), menyasar posisi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel di seluruh wilayah Palestina yang diduduki serta kawasan Teluk. Dengan sandi “Wahai yang Sangat Keras Siksa-Nya” (Ya Syadidal Miqab), serangan diarahkan ke wilayah Kiryat Shmona, Hadera, dan Haifa di utara Palestina, serta pangkalan Armada Kelima AS yang strategis.
Dalam pernyataan resminya, IRGC merinci alutsista yang dikerahkan untuk menembus pertahanan musuh, antara lain Rudal Khorramshahr (rudal balistik berat dengan hulu ledak ganda dan jamak), Rudal Emad & Kheibar-Shekan (membawa hulu ledak seberat satu ton untuk daya hancur maksimal), hingga Rudal Qadr dan armada drone serbu. Serangan ini juga menghantam wilayah Al-Quds (Yerusalem) Barat, Tel Aviv, hingga Eilat.
IRGC menegaskan bahwa operasi ini merupakan penghormatan bagi para “Syuhada Jalan Al-Quds”, termasuk Jenderal Qassem Soleimani, Sayyid Hassan Nasrallah, Ismail Haniyeh, Yahya Sinwar, serta mendiang Komandan IRGC Hossein Salami.
Eskalasi Merambat ke Irak, Pesawat Tanker AS Jatuh
Eskalasi konflik merambah hingga wilayah udara Irak. Juru bicara Markas Pusat Khatam al-Anbiya mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil menembak jatuh pesawat tanker pengisi bahan bakar udara milik AS tipe KC-135 di Irak barat. Pihak Iran mengklaim seluruh awak pesawat tewas dalam insiden tersebut.
Selain itu, pangkalan udara Muwaffaq Salti di Yordania, serta pangkalan AS di Manama (Bahrain) dan Erbil (Irak), dilaporkan mengalami serangan rudal dan drone yang sangat intensif.
IRGC Berikan Ultimatum Terbuka kepada Tentara AS
Bersamaan dengan serangan tersebut, IRGC mengeluarkan ultimatum terbuka kepada seluruh tentara Amerika yang masih berada di Timur Tengah. “Prajurit Amerika, segera tinggalkan kawasan ini, atau kami akan mengubur kalian di bawah reruntuhan di mana pun kalian berada, baik itu di hotel, terowongan, kawasan industri, maupun bunker bawah tanah,” tegas pernyataan resmi mereka.
IRGC menambahkan bahwa operasi ini adalah bagian dari langkah besar untuk “pembebasan Al-Quds dan penghapusan entitas Zionis perampas”. Mereka menjanjikan bahwa Hari Al-Quds Internasional tahun ini akan menjadi titik balik sejarah bagi kemenangan rakyat yang tertindas.
Sebelumnya, pada Gelombang ke-43, IRGC juga telah menghantam markas besar Armada Kelima AS di Mina Salman, Bahrain, sebagai respons atas agresi berkepanjangan terhadap kedaulatan wilayah Iran.***



Komentar