News
Beranda » Mualem Gubernur Aceh Mengecam Keras Pengeroyokan Warga Langsa di Dalam Polda Metro Jaya

Mualem Gubernur Aceh Mengecam Keras Pengeroyokan Warga Langsa di Dalam Polda Metro Jaya

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, saat menjenguk langsung korban pengeroyokan asal Kota Langsa di lingkungan Polda Metro Jaya, Jakarta pada Senin (30/3/2026).

JAKARTA – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem, mengutuk keras tindakan pengeroyokan terhadap seorang warga Kota Langsa, FA, yang terjadi di lingkungan Polda Metro Jaya pada Rabu (26/3/2026). Menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk pengkhianatan terhadap rasa keadilan dan keamanan yang seharusnya dijamin oleh institusi kepolisian.

Kecaman disampaikan Mualem setelah menjenguk langsung korban yang kini sedang menjalani perawatan di rumah sakit Jakarta Selatan. Insiden terjadi saat korban tengah mengikuti agenda konfrontasi dengan kuasa hukumnya di ruang RPK PPA Polda Metro Jaya, sebelum diserang oleh lebih dari 20 orang yang diduga merupakan preman bayaran.

“Atas nama Gubernur Aceh dan seluruh rakyat Aceh, saya mengecam keras aksi ini,” tegas Mualem saat ditemui di Jakarta pada Senin (30/3/2026).

Ia menambahkan, pengeroyokan yang terjadi di dalam ruang kepolisian merupakan pelanggaran besar, mengingat kantor polisi seharusnya menjadi tempat perlindungan bagi masyarakat. Menurutnya, insiden ini memperburuk citra kepolisian dan mengundang rasa kekecewaan di kalangan masyarakat Aceh.

“Kantor polisi adalah tempat orang mendapatkan perlindungan, tapi kenapa bisa terjadi hal seperti ini kalau bukan karena dibiarkan?” ujarnya dengan nada tinggi.

Pengusaha Langsa Digeroyok di Dalam Kantor PPA Polda Metro Jaya, Diduga Suruhan Pihak Tertentu

Gubernur Aceh juga mendesak Kapolri untuk memberikan perhatian serius terhadap kasus ini, baik terhadap pelaku utama maupun oknum aparat yang diduga terlibat. Ia menegaskan pentingnya penegakan hukum yang tegas agar tidak ada pihak yang merasa kebal hukum.

“Kami mengharapkan Kapolri untuk memberikan atensi khusus terhadap kasus ini dan menindak tegas pelaku serta tokoh intelektual yang terlibat,” ucap Mualem.

Ia menyoroti bahwa penanganan kasus yang tidak serius akan berdampak buruk pada kepercayaan masyarakat, khususnya masyarakat Aceh, terhadap institusi kepolisian. “Jika ini tidak dituntaskan dengan serius, itu akan menurunkan kepercayaan publik terhadap polisi,” tambahnya.

Sebagai bentuk perlindungan, Mualem meminta agar korban mendapatkan perlindungan maksimal selama proses hukum berlangsung, serta keamanan bagi para saksi yang terlibat. Ia juga mengimbau tokoh-tokoh Aceh di Jakarta untuk turut mengawal kasus ini agar tidak menimbulkan rasa ketakutan di kalangan warga Aceh di perantauan.

“Kami meminta tokoh-tokoh Aceh yang ada di Jakarta untuk mengawal kasus ini. Kejadian seperti ini akan menimbulkan ketakutan bagi warga Aceh di perantauan jika tidak dituntaskan dengan serius,” pungkasnya.

Jamaluddin Ditetapkan Mualem sebagai Plt Ketua KPA Wilayah Kuta Radja

Sebelumnya diberitakan, korban mengalami luka memar di bagian kepala dan tubuh akibat serangan brutal yang terjadi di hadapan aparat kepolisian yang berada di lokasi. Kasus ini kini sedang ditangani pihak kepolisian yang tengah mendalami keterlibatan otak pelaku dan sejumlah oknum yang mungkin terlibat. Pihak berwenang diminta segera memberikan klarifikasi dan memastikan keadilan dapat ditegakkan.***

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement