Skip to content
Logo
IG
HOME ACEH NASIONAL DUNIA POLITIK HUKUM OLAHRAGA BOLA PENDIDIKAN EKONOMI OPINI
LAINNYA ▾
KRIMINAL BUDAYA KESEHATAN WISATA EDITORIAL

Kelompok Bersenjata Blokir Pasokan Bahan Bakar, Sekolah di Mali Tutup

Posted on Oktober 27, 2025 by admin
Kelompok Bersenjata Blokir Pasokan Bahan Bakar, Sekolah di Mali Tutup

MALI – Pemerintah militer Mali mengumumkan penutupan seluruh sekolah dan perguruan tinggi di negara itu akibat krisis bahan bakar yang dipicu oleh blokade pasokan oleh kelompok militan Islam. Blokade ini menghambat distribusi bahan bakar ke ibu kota Bamako, memperparah kondisi ekonomi dan sosial di negara tersebut.

Mali, bersama dengan Burkina Faso dan Niger yang juga dipimpin oleh junta militer, terus menghadapi ancaman pemberontakan dari kelompok-kelompok jihad yang terkait dengan al-Qaida dan kelompok yang mengatasnamakan Negara Islam (ISIS). Konflik berkepanjangan ini telah melemahkan stabilitas keamanan di kawasan Sahel.

Baca juga: Israel Ancam Bunuh Pemimpin Iran Khamenei, Klaim Tak Butuh Izin AS

Penyebab Penutupan Sekolah

Dalam pernyataan yang disiarkan melalui televisi nasional pada Minggu (26/10/2025), Menteri Pendidikan Mali, Amadou Sy Savan, mengumumkan penundaan kegiatan belajar-mengajar selama dua minggu mulai Senin. Keputusan ini diambil karena krisis bahan bakar yang mengganggu mobilitas tenaga pendidik dan operasional sekolah.

Baca juga: Kim Jong Un Ditunjuk Kembali sebagai Presiden Urusan Negara Korea Utara

Menteri menyatakan bahwa pemerintah sedang berupaya keras untuk memulihkan pasokan bahan bakar agar aktivitas pendidikan dapat kembali normal pada 10 November mendatang.

Krisis ini berawal dari larangan impor bahan bakar yang diberlakukan oleh kelompok Jama’at Nusrat al-Islam wal-Muslimin (JNIM), jaringan yang berafiliasi dengan al-Qaida, sejak awal September. Akibatnya, harga bahan pokok dan biaya transportasi melonjak, sementara antrean panjang kendaraan terlihat di SPBU di Bamako.

Baca juga: UE Sepakat Bantu Spanyol Perkuat Keamanan Perbatasan Ceuta

Pemerintah juga terpaksa menerapkan pembatasan penggunaan bahan bakar, dengan prioritas diberikan untuk kendaraan darurat seperti ambulans, mobil jenazah, serta transportasi umum dan logistik.

Dampak Krisis Bahan Bakar

Sebagai negara yang sangat bergantung pada impor bahan bakar, Mali menghadapi tantangan besar akibat blokade ini. Krisis ini menjadi ujian berat bagi junta militer yang berkuasa sejak kudeta 2020, yang berjanji untuk mengembalikan stabilitas keamanan.

Setelah mengakhiri kerja sama dengan pasukan Prancis yang sebelumnya membantu melawan militan, Mali kini mengandalkan bantuan dari kelompok bayaran Rusia seperti Grup Wagner. Namun, para pengamat menilai bahwa situasi keamanan di Mali masih jauh dari stabil.

Upaya militer Mali untuk mengawal truk pengangkut bahan bakar dari perbatasan ke Bamako hanya berhasil sebagian, karena beberapa truk diserang oleh kelompok militan di sepanjang perjalanan.

Krisis ini tidak hanya mengganggu sektor pendidikan, tetapi juga memperburuk kondisi ekonomi yang sudah rapuh, memicu kenaikan harga kebutuhan pokok dan menyulitkan akses masyarakat terhadap layanan dasar.

Diadaptasi dari laporan Deutsche Welle (DW)

Editor : Ody Cempeudak

Komentar Batalkan balasan

BERITA TERKAIT

Politik Inggris Berubah Arah, Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri

DUNIA

AS-Israel Siapkan Serangan Infrastruktur Energi Iran

DUNIA

Iran Klaim Tembak Jatuh 22 Drone, Tegaskan Perlawanan Skala Penuh

DUNIA

Berita Populer

Aceh World Time Logo
PORTAL BERITA TERDEPAN

Baca Berita Terkini & Terpercaya

Informasi akurat & transparan seputar Aceh & Nasional.

Kunjungi Website
INSTAGRAM OFFICIAL

Jangan Lewatkan Update Visual Menarik!

Follow @acehworldtimenews untuk berita harian tercepat.

Follow Instagram
AKSES BERITA 24 JAM

Kabar Terkini Dalam Genggaman Anda

Cepat, tajam, dan up-to-date setiap saat.

Baca Sekarang
©2026 Aceh World Time | Design: Newspaperly WordPress Theme
Aceh World Time Logo
Redaksi | Tentang kami | Pedoman Media Siber
Copyright © 2026 AWT