
NEW YORK – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan apresiasi kepada Indonesia atas komitmennya mendukung upaya stabilisasi di Jalur Gaza.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat berpidato dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di New York, Selasa (22/9/2026).
Dalam pidatonya, Trump menyebut sejumlah negara yang telah berkomitmen menyediakan pasukan, personel kepolisian, maupun pelatihan untuk membantu proses stabilisasi Gaza.
“Saya juga ingin berterima kasih kepada mereka yang telah berkomitmen mengerahkan pasukan, personel kepolisian, dan memberikan pelatihan untuk membantu menstabilkan Gaza, termasuk Indonesia, Maroko, Albania, Kosovo, Kazakhstan, Mesir, Yordania, dan lainnya,” ujar Trump.
Indonesia Siapkan hingga 8.000 Personel
Indonesia sebelumnya telah menyatakan kesiapan berkontribusi dalam International Stabilization Force (ISF) di Gaza.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Indonesia siap mengerahkan hingga 8.000 personel atau lebih apabila diperlukan untuk mendukung misi stabilisasi pascakonflik di Gaza.
Komitmen tersebut merupakan bagian dari upaya Indonesia untuk berkontribusi terhadap perdamaian, stabilisasi, dan pemulihan Gaza.
Selain Indonesia, Trump menyebut Maroko, Albania, Kosovo dan Kazakhstan sebagai negara yang berkomitmen menyediakan pasukan. Sementara Mesir dan Yordania disebut memberikan dukungan melalui pelatihan kepolisian Gaza.
Board of Peace dan Rencana Pemulihan Gaza
Dalam pidatonya, Trump juga mengatakan hampir 30 negara telah bergabung dalam Board of Peace yang dipimpinnya.
Menurut Trump, negara-negara anggota telah memberikan dukungan pendanaan untuk bantuan kemanusiaan serta pembangunan kembali Gaza. Ia mengatakan Dewan Keamanan PBB telah memberikan dukungan terhadap rencana 20 poin untuk Gaza dan pembentukan Board of Peace.
Kerangka tersebut mencakup sejumlah agenda, antara lain stabilisasi keamanan, bantuan kemanusiaan, pemulihan awal, rekonstruksi serta pengaturan pemerintahan sipil di Gaza.
Dalam perkembangan terbaru, para menteri luar negeri Indonesia bersama Mesir, Yordania, Qatar, Arab Saudi, Turki, Pakistan dan Uni Emirat Arab juga menegaskan pentingnya pelaksanaan tahapan kedua rencana tersebut, termasuk pengerahan ISF, pembentukan pemerintahan sementara Gaza dan dimulainya pemulihan serta rekonstruksi.
Indonesia Tetap Dorong Perdamaian Gaza
Komitmen Indonesia terhadap proses stabilisasi Gaza juga disampaikan di tengah pembahasan internasional mengenai masa depan wilayah tersebut.
Indonesia bersama negara-negara Arab dan Islam dalam pertemuan di New York menyerukan agar gencatan senjata dipertahankan, bantuan kemanusiaan dapat masuk dengan aman dan tanpa hambatan, serta proses pemulihan infrastruktur Gaza segera dilakukan.
Dengan demikian, keterlibatan Indonesia dalam agenda stabilisasi Gaza tidak hanya berkaitan dengan kemungkinan pengerahan personel, tetapi juga bagian dari upaya diplomatik dan kemanusiaan untuk mendukung proses pemulihan pascakonflik.
Pernyataan Trump di forum PBB sekaligus menegaskan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang disebut dalam rencana internasional untuk mendukung stabilisasi Gaza.
Rencana pengerahan personel tersebut tetap bergantung pada perkembangan situasi keamanan serta mekanisme implementasi misi ISF di lapangan.***

BERITA TERKAIT
Pejuang Gerilya Kolombia Lancarkan Serangan Bom, 4 Orang Terluka
DUNIASerangan Rudal Israel Hantam RS Nasser di Gaza, 15 Orang Meninggal Dunia Termasuk 3 Jurnalis
DUNIASerangan Terbaru AS di Iran Berlangsung Selama Dua Jam
DUNIA