
ACEH TIMUR — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., menyerahkan secara simbolis bantuan 20 unit mobil pick up kepada Koperasi Desa/Kampung Merah Putih se-Kabupaten Aceh Timur. Penyerahan berlangsung di Lapangan Upacara Pusat Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur, Jumat (14/8/2026), dan turut dihadiri Dandim, Kapolres, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.
Bantuan kendaraan operasional ini merupakan dukungan nyata terhadap pelaksanaan program strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Bupati Al-Farlaky berharap kendaraan yang diterima dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang aktivitas dan pengembangan usaha koperasi di masing-masing wilayah.
“Saya berharap seluruh ketua koperasi dan kepala desa yang menerima bantuan ini dapat menjaga dan merawat kendaraan yang diberikan pemerintah. Gunakan sesuai peruntukannya untuk kepentingan operasional koperasi,” ujar Al-Farlaky.
Ia juga menyampaikan, setiap koperasi nantinya akan menerima dua jenis kendaraan operasional: satu unit mobil pick up roda empat dan satu unit kendaraan roda tiga berupa becak Viar. Kedua kendaraan tersebut diperuntukkan mendukung kegiatan operasional Koperasi Desa Merah Putih.
Bupati meminta para Keuchik dan ketua koperasi tidak sekadar menjadikan bantuan ini sebagai fasilitas, melainkan mampu mengembangkannya menjadi sarana kegiatan ekonomi produktif bagi masyarakat. Ia juga mengingatkan agar kendaraan bantuan tidak digunakan di luar peruntukannya guna menghindari persoalan di kemudian hari.
“Silakan dikembangkan koperasi yang telah dibantu pemerintah ini untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan memberdayakan warga di Aceh Timur,” tegasnya.
Al-Farlaky menyebutkan, di wilayah jajaran Kodim 0104/Aceh Timur terdapat sekitar 200 titik yang menjadi target pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, mencakup wilayah Aceh Timur maupun Kota Langsa. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala, terutama ketersediaan lahan pembangunan.
“Ada tanahnya, mereka membangun, dan kita berikan izin proses pembangunannya. Di beberapa titik lain yang belum memiliki lahan, kita minta dukungan perusahaan. Bagi yang sama sekali belum tersedia lahan, ini memang menjadi kendala percepatan pembangunan koperasi,” jelasnya.
Persoalan ketersediaan lahan, kata Al-Farlaky, bukan hanya terjadi di Aceh Timur, melainkan juga menjadi tantangan di sejumlah daerah lain. Kendala tersebut telah dilaporkan kepada pemerintah pusat agar segera dicarikan solusi dan tidak menghambat pelaksanaan program.
Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Bupati juga menargetkan koperasi dapat menjadi penggerak ekonomi sekaligus mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Aceh Timur.
“Semoga dengan terwujudnya Koperasi Merah Putih ini dapat meningkatkan indeks ekonomi Kabupaten Aceh Timur dan juga meningkatkan IPM, sehingga kita mampu bersaing dengan kabupaten lain, baik di Aceh, Sumatera maupun Pulau Jawa,” ujarnya.
Di akhir arahannya, menyambut peringatan Hari Damai Aceh jatuh pada 15 Agustus, Al-Farlaky kembali mengimbau masyarakat untuk menjaga keberlangsungan perdamaian yang telah berlangsung hampir dua dekade dan mengisinya dengan doa serta zikir bersama di masjid, meunasah, maupun surau di wilayah masing-masing.
“Saya berharap damai yang sedang terjadi di Aceh ini langgeng sampai kepada anak cucu kita. Mari kita isi pembangunan selama proses damai ini berlangsung dan kita berharap kemakmuran Aceh akan terwujud sebagaimana cita-cita kita bersama,” pungkas Al-Farlaky.***

BERITA TERKAIT
Buka Pelatihan BI, Bupati Al-Farlaky Minta Ilmu Pupuk Organik Langsung Dipraktikkan
EKONOMIBupati Aceh Timur Apresiasi Bantuan Pemerintah Pusat untuk Pemulihan Masyarakat Terdampak Bencana
ACEHBupati Al-Farlaky: Ibunda Adalah Guru dan Inspirasi Terbesar dalam Hidupnya
ACEH