Skip to content
Logo
IG
HOME ACEH NASIONAL DUNIA POLITIK HUKUM OLAHRAGA BOLA PENDIDIKAN EKONOMI OPINI
LAINNYA ▾
KRIMINAL BUDAYA KESEHATAN WISATA EDITORIAL

Delapan Mahasiswa Korsel Ditahan Usai Coba Masuk Pangkalan AS

Posted on Agustus 5, 2026 by Ody Yunanda
Delapan mahasiswa Korea Selatan ditahan setelah diduga mencoba masuk secara ilegal ke Pangkalan Udara Osan AS saat menggelar aksi protes.

Seoul –Mahasiswa Korsel ditahan setelah delapan orang diduga mencoba masuk secara ilegal ke Pangkalan Udara Amerika Serikat (AS) di Korea Selatan (Korsel). Para mahasiswa tersebut ditahan saat sedang menggelar demonstrasi dan kini menjalani penyelidikan.

Seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Rabu (05/08/2026), delapan mahasiswa itu merupakan anggota Serikat Mahasiswa Progresif Korea.

Baca juga: Sejarah Hubungan Panas India – Pakistan

Serikat mahasiswa tersebut mengunggah sejumlah foto di media sosial yang memperlihatkan aksi demonstrasi di luar Pangkalan Udara Osan pada Selasa (04/08/2026) waktu setempat. Pangkalan tersebut berada sekitar 50 kilometer di sebelah selatan Seoul.

Mahasiswa Korsel Ditahan Saat Demo di Pangkalan Osan

Para mahasiswa berkumpul di luar markas pusat utama Angkatan Udara AS di Korsel. Aksi tersebut dilakukan untuk memprotes keberadaan militer AS di kota Gwangju yang dinilai dapat mempersulit proyek besar pembuatan chip yang direncanakan Seoul di wilayah tersebut.

Baca juga: Tragis, 42 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Udara Israel di Gaza

Laporan kantor berita Korsel, Yonhap, menyebut enam mahasiswa masuk ke area pangkalan udara sambil meneriakkan slogan-slogan anti-AS. Mereka juga meneriakkan slogan yang menentang Pasukan Udara ke-7 AS.

Sementara itu, dua mahasiswa lainnya berhasil dicegat di gerbang masuk pangkalan udara.

Baca juga: Paul Biya, Usia 92 Tahun, Kembali Terpilih sebagai Presiden Kamerun untuk Masa Jabatan Ke-8

Militer AS melalui pernyataannya menyebut delapan orang ditahan pada Selasa (04/08/2026) waktu setempat setelah mereka “berupaya masuk secara ilegal ke Pangkalan Udara Osan melalui gerbang utama instalasi tersebut”.

“Pihak militer menyerahkan mereka kepada Kepolisian Nasional Korea, yang kini menahan mereka dan sedang menjalankan prosedur penyelidikan yang semestinya,” demikian pernyataan militer AS tersebut.

Polisi Korsel Periksa Delapan Mahasiswa

Kepolisian Korsel dalam keterangannya kepada AFP mengatakan kedelapan mahasiswa tersebut kini berada dalam penahanan. Namun, mereka menolak berbicara selama proses pemeriksaan.

Melalui pernyataan di Facebook, Serikat Mahasiswa Progresif Korea mengecam “gangguan” militer AS terhadap proyek klaster industri chip yang direncanakan di Gwangju.

Korsel memperoleh keuntungan besar dari perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI). Kondisi tersebut turut mendorong keuntungan sektor manufaktur bagi perusahaan pembuat chip, khususnya Sk hynix dan Samsung Electronics.

Proyek Manufaktur Chip di Gwangju

Pangkalan Udara Militer Gwangju ditetapkan sebagai lokasi pusat manufaktur baru senilai 800 triliun Won bagi kedua perusahaan tersebut.

Bulan lalu, kantor kepresidenan Korsel menyatakan bahwa Seoul dan Washington telah memulai konsultasi mengenai relokasi bandara di kawasan tersebut. Sebagian wilayah bandara itu digunakan oleh militer AS.

Penahanan mahasiswa Korsel tersebut terjadi di tengah aksi protes terhadap keberadaan militer AS dan rencana proyek klaster industri chip di Gwangju.

Komentar Batalkan balasan

BERITA TERKAIT

Kapal Perang AS USS Miguel Keith Terdeteksi di Selat Malaka, Apa Misi Sebenarnya?

NASIONAL

Delegasi Berbondong-bondong Tinggalkan Sidang PBB Saat Netanyahu Berpidato

DUNIA

Rudal Iran Hantam Kuwait, Gedung Perusahaan China Alami Kerusakan

DUNIA

Berita Populer

Aceh World Time Logo
PORTAL BERITA TERDEPAN

Baca Berita Terkini & Terpercaya

Informasi akurat & transparan seputar Aceh & Nasional.

Kunjungi Website
INSTAGRAM OFFICIAL

Jangan Lewatkan Update Visual Menarik!

Follow @acehworldtimenews untuk berita harian tercepat.

Follow Instagram
AKSES BERITA 24 JAM

Kabar Terkini Dalam Genggaman Anda

Cepat, tajam, dan up-to-date setiap saat.

Baca Sekarang
©2026 Aceh World Time | Design: Newspaperly WordPress Theme
Aceh World Time Logo
Redaksi | Tentang kami | Pedoman Media Siber
Copyright © 2026 AWT