
Ceuta – Krisis migrasi Ceuta, kota otonom Spanyol yang berada di pesisir Afrika Utara, terus memanas. Kondisi tersebut memicu bentrokan antara warga setempat dan migran ilegal asal Maroko yang berupaya menerobos masuk melalui perbatasan.
Sejumlah media lokal melaporkan insiden antara warga dan para migran tersebut. Peristiwa itu juga terekam dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, salah satunya video yang diunggah blogger asal Spanyol, David Santos, melalui platform X.
Bentrokan Warga dan Migran di Ceuta
Dalam video yang beredar, terlihat aksi kejar-kejaran antara warga dan para migran di sejumlah ruas jalan Ceuta.
Mengutip Antara, Sabtu, 01/07/2026, Santos mengatakan warga keturunan Maroko yang telah lama tinggal di kawasan Ceuta turut mengusir para migran yang berusaha masuk ke Ceuta secara ilegal.
Laporan media lokal Ceuta Actualidad menyebut sejumlah anggota grup WhatsApp bernama “Viva España” mengusulkan aksi bersama untuk memukuli para migran menggunakan tongkat.
Sementara itu, stasiun radio Cadena SER melaporkan sejumlah toko di Ceuta terpaksa menghentikan kegiatan operasionalnya demi alasan keamanan.
Polisi Dikerahkan di Sejumlah Titik
Di tengah meningkatnya ketegangan, kepolisian nasional dan kepolisian daerah mengerahkan personel di berbagai lokasi.
Pengerahan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan aksi pencurian maupun kerusuhan seiring meningkatnya ketegangan dan kekhawatiran masyarakat.
Sebelumnya, Wali Kota Ceuta Juan Jesus Vivas menyatakan sekitar 60.000 warga Maroko memasuki Ceuta dalam kurun waktu 24 jam terakhir.
Berdasarkan laporan surat kabar El País, sedikitnya 57 migran meninggal dunia ketika berusaha menyeberang menuju Ceuta.

BERITA TERKAIT
UE Sepakat Bantu Spanyol Perkuat Keamanan Perbatasan Ceuta
DUNIASerangan Terbaru AS di Iran Berlangsung Selama Dua Jam
DUNIAIran Klaim Tembak Jatuh 22 Drone, Tegaskan Perlawanan Skala Penuh
DUNIA