
Washington – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan belum memperoleh informasi maupun indikasi bahwa Pengadilan Kriminal Internasional atau International Criminal Court (ICC) tengah berupaya menyelidiki atau menuntut dirinya.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump ketika memimpin rapat kabinet yang disiarkan secara langsung dari Camp David pada Jumat, 31/07/2026, waktu setempat.
“Tidak ada informasi mereka (ICC) mengincar saya,” kata Trump.
Pernyataan Donald Trump itu muncul setelah Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengungkapkan bahwa lima negara telah mengumumkan rencana untuk keluar dari ICC sejak AS memulai kampanye terhadap lembaga internasional tersebut pada awal Juli.
Menurut Rubio, keputusan negara-negara tersebut diambil karena ICC dinilai mengancam kedaulatan AS.
Lima Negara Mulai Tinggalkan ICC
Pada pekan ini, Chad menjadi negara terbaru yang memulai proses resmi untuk keluar dari ICC. Sebelumnya, Venezuela, Burkina Faso, Mali, dan Niger juga telah mengumumkan keputusan untuk meninggalkan lembaga pengadilan internasional tersebut.
Donald Trump menjelaskan bahwa kampanye pemerintahannya terhadap ICC tidak hanya bertujuan melindungi dirinya. Menurutnya, langkah tersebut juga dilakukan untuk membela Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu serta sejumlah pihak lain yang menjadi sasaran penuntutan ICC.
“Itu bisa saja terjadi, tetapi agar Anda tahu. Dia (Rubio) tidak mencoba membela saya. Rubio mencoba membela Netanyahu dan sejumlah orang lain. Tetapi ada banyak orang yang seharusnya tidak dipandang seperti itu. Saat ini tidak ada indikasi bahwa saya termasuk di antara mereka,” tambah presiden berusia 79 tahun tersebut, dilansir dari Anadolu, Sabtu, 01/08/2026.
Kritik AS terhadap ICC
Sebelumnya, Pemerintah AS telah berulang kali menyampaikan kritik tajam terhadap ICC. Sikap tersebut terutama menguat setelah ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap sejumlah pejabat Israel, termasuk Benjamin Netanyahu.
Surat perintah tersebut berkaitan dengan dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang terkait dengan agresi Israel di Gaza.
Sebagai informasi, mantan Jaksa ICC Karim Khan merupakan pihak yang menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu pada 2024 atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Karim Khan baru-baru ini diberhentikan dari jabatannya di tengah tuduhan pelanggaran etika.

BERITA TERKAIT
Serangan Terbaru AS di Iran Berlangsung Selama Dua Jam
DUNIAIRGC Iran Luncurkan Gelombang Ke-44 Operasi Janji Sejati 4, Sasar Posisi AS dan Israel
DUNIAPemimpin Tertinggi Iran Klaim Serangan ke Pangkalan AS di Qatar sebagai “Tamparan di Wajah Amerika”
DUNIA