
KUWAIT – Militer Kuwait menyatakan Rudal Iran Hantam Kuwait dengan melancarkan serangan mematikan terhadap sebuah gedung milik perusahaan asal China di wilayah utara negara tersebut pada 30/07/2026. Insiden itu dilaporkan menewaskan satu orang karyawan serta mengakibatkan kerusakan material yang luas pada bangunan.
Mayor Jenderal Saud Abdulaziz Al Otaibi mengatakan serangan tersebut menimbulkan kerusakan material yang signifikan pada gedung yang menjadi sasaran. Ia juga menyampaikan bahwa pihak berwenang telah mulai mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menangani insiden tersebut.
Melalui platform X, pihaknya menegaskan akan mengambil “seluruh langkah yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan negara serta menjaga keamanan dan stabilitasnya.”
“Kuwait menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan efisiensi tinggi, serta mengambil seluruh langkah yang diperlukan guna melindungi kedaulatan tanah air, menjaga keamanan dan stabilitas negara, bekerja sama dengan otoritas terkait, dengan tetap menjamin keselamatan warga negara maupun penduduk,” kata Al Otaibi seperti dikutip Al Jazeera.
Kuwait menjadi salah satu negara Arab yang turut terseret perang Amerika Serikat melawan Iran sejak Februari lalu. Kondisi tersebut terjadi karena negara itu menjadi lokasi pangkalan militer Amerika Serikat serta sejumlah fasilitas militer Negeri Paman Sam lainnya.
Sementara itu, dikutip CNN, fasilitas dan pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah negara Arab menjadi sasaran serangan balasan Iran sejak perang dengan Amerika Serikat pecah.

BERITA TERKAIT
Iran Konfirmasi Wafatnya Ali Khamenei, Tuduh AS dan Israel Bertanggung Jawab
DUNIAIRGC Iran Luncurkan Gelombang Ke-44 Operasi Janji Sejati 4, Sasar Posisi AS dan Israel
DUNIAKepala Keamanan Iran Ali Larijani Serukan Persatuan Umat Muslim dalam Perjuangan Melawan AS dan Israel
DUNIA