Skip to content
Logo
IG
HOME ACEH NASIONAL DUNIA POLITIK HUKUM OLAHRAGA BOLA PENDIDIKAN EKONOMI OPINI
LAINNYA ▾
KRIMINAL BUDAYA KESEHATAN WISATA EDITORIAL

Satgas PRR Pulihkan Tambak dan Kebun Kopi untuk Ekonomi Aceh

Posted on Juli 29, 2026 by Ody Yunanda
Satgas PRR percepat pemulihan ekonomi Aceh melalui pengaktifan tambak, bantuan bibit kopi, dan sarana produksi pascabencana.

PIDIE JAYA – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus memperkuat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana, termasuk di Provinsi Aceh, melalui pengaktifan kembali sektor-sektor produktif. Pemulihan tambak, pendampingan petambak, dan penyediaan bibit kopi menjadi bagian dari upaya mengembalikan mata pencaharian warga secara bertahap dan berkelanjutan.

Pemulihan ekonomi merupakan satu dari lima klaster prioritas Satgas PRR di wilayah terdampak bencana bersama klaster permukiman, infrastruktur, sosial, dan tata kelola. Klaster ekonomi mencakup sektor pertanian, perkebunan, perikanan, usaha mikro, kecil, dan menengah, pasar rakyat, serta pariwisata.

Baca juga: Bupati Aceh Besar Dukung Penuh Program P4GN BNN RI untuk Wujudkan Lahan Produktif

Di sektor perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan 15.000 hektare tambak terdampak di Aceh kembali beroperasi hingga akhir tahun 2026. Sebagai tahap awal, sekitar 5.200 hektare ditargetkan dapat difungsikan paling lambat bulan 09/2026. Hingga akhir bulan 07/2026, seluas 694 hektare telah kembali beroperasi melalui penebaran benih udang, bandeng, kakap, dan nila salin.

Sekretaris Jenderal KKP, Andy Artha Donny Oktopura menegaskan keberhasilan pemulihan tidak hanya diukur dari selesainya rehabilitasi fisik, tetapi dari kembalinya produktivitas dan penghasilan masyarakat.

Baca juga: Santuni Anak Yatim dan Hadiri Khanduri Laot, Bupati Al-Farlaky Ajak Warga Jaga Warisan Budaya

“Tujuan kami bukan sekadar memperbaiki tambak, tetapi memastikan masyarakat kembali berproduksi. Karena itu, setelah rehabilitasi selesai, kami juga menyiapkan bantuan benih dan pakan sehingga petambak dapat langsung memulai budidaya,” ujar Andy dalam keterangannya, Rabu (29/07/2026).

Hal itu ia katakan saat meninjau tambak di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya.

Baca juga: RSUD Cut Meutia Minta Maaf atas Kasus Kasur Berbelatung dan Berjanji Tingkatkan Pelayanan

Untuk mempercepat pekerjaan, KKP menyalurkan 12 unit ekskavator ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sebanyak delapan unit di antaranya difokuskan untuk rehabilitasi tambak di sejumlah kabupaten di Aceh. Dukungan juga menyasar nelayan melalui bantuan mesin kapal dan 100 unit kotak pendingin berkapasitas 300 liter di Kabupaten Bireuen dan Aceh Utara.

Pengaktifan kembali tambak berpotensi memberikan dampak ekonomi langsung. Dengan penerapan teknologi tradisional plus, setiap hektare tambak diperkirakan mampu menghasilkan sekitar 600 kilogram udang dalam satu siklus budidaya selama tiga bulan. Dengan asumsi harga rata-rata Rp50.000 per kilogram, potensi omzetnya mencapai sekitar Rp30 juta per hektare per siklus.

Seluruh bantuan benih, pakan, dan sarana produksi tersebut diberikan tanpa pungutan biaya. Penyuluh perikanan bersama dinas terkait juga disiapkan untuk mendampingi petambak hingga masa panen, sementara masyarakat dan media didorong ikut mengawasi agar pelaksanaannya tepat sasaran.

Fazil, petambak asal Pidie Jaya, mengatakan bantuan tersebut memberinya modal untuk memulai kembali usaha setelah tambaknya terdampak bencana.

“Bantuan benih dan pakan ini sangat membantu kami untuk kembali beroperasi. Saya yakin tiga bulan ke depan sudah bisa panen,” ujarnya.

Pemulihan ekonomi juga diperkuat melalui sektor perkebunan. Kementerian Pertanian (Kementan) telah menyiapkan 4 juta bibit kopi untuk mendukung rehabilitasi kebun di kawasan Gayo. Dukungan tersebut diharapkan membantu petani membangun kembali sumber penghasilan sekaligus menjaga keberlanjutan kopi sebagai salah satu komoditas unggulan Aceh.

Kepala Posko Satgas PRR Wilayah Aceh, Safrizal ZA mengatakan bantuan produktif akan terus diarahkan untuk mempercepat kebangkitan ekonomi masyarakat.

“Untuk kawasan Gayo, sebanyak empat juta bibit kopi sudah siap disalurkan. Ini merupakan bagian dari upaya untuk menstimulasi, mengakselerasi, dan memulihkan kembali perekonomian Aceh yang sebelumnya sempat terdampak,” kata Safrizal. (Ody Cempeudak)

Komentar Batalkan balasan

BERITA TERKAIT

Polemik Razia Truk Pelat Aceh oleh Gubernur Sumut Bobby Nasution Berujung Permintaan Maaf

NASIONAL

MTQ Cempeudak Ke V Resmi Dibuka, Ketua DPRK Aceh Utara Tekankan Pentingnya Membumikan Al-Qur’an

ACEH

Pria di Nagan Raya Ditahan dalam Kasus Pencabulan Anak

KRIMINAL

Berita Populer

Aceh World Time Logo
PORTAL BERITA TERDEPAN

Baca Berita Terkini & Terpercaya

Informasi akurat & transparan seputar Aceh & Nasional.

Kunjungi Website
INSTAGRAM OFFICIAL

Jangan Lewatkan Update Visual Menarik!

Follow @acehworldtimenews untuk berita harian tercepat.

Follow Instagram
AKSES BERITA 24 JAM

Kabar Terkini Dalam Genggaman Anda

Cepat, tajam, dan up-to-date setiap saat.

Baca Sekarang
©2026 Aceh World Time | Design: Newspaperly WordPress Theme
Aceh World Time Logo
Redaksi | Tentang kami | Pedoman Media Siber
Copyright © 2026 AWT