
SUMATERA BARAT — Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mulai memasuki tahap pelaksanaan. Sebanyak 80 unit huntap dibangun di Nagari III Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan.
Dimulainya pembangunan ditandai dengan penyerahan lokasi pekerjaan dan personel sekaligus pelaksanaan pemeriksaan awal atau Mutual Check Initial (MC-0) pada Rabu (2/9/2026).
Tahapan MC-0 dilakukan untuk memastikan kondisi lapangan sesuai dengan rencana, volume pekerjaan, serta spesifikasi teknis yang telah ditetapkan sebelum pekerjaan konstruksi dilaksanakan.
Secara keseluruhan, Kabupaten Agam mendapat alokasi 1.817 unit huntap, menjadikannya daerah dengan alokasi huntap terbanyak di Sumatera Barat.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 699 unit merupakan huntap terpusat yang ditangani Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Sementara 1.118 unit lainnya dibangun melalui skema huntap mandiri dan in situ dalam program Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Pembangunan 80 unit huntap di Nagari III Koto Silungkang dilaksanakan melalui Satuan Kerja Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sumatera Barat.
Hunian tersebut menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan huntap terpusat bagi masyarakat yang harus direlokasi dari kawasan terdampak maupun wilayah yang memiliki risiko bencana.
Penyerahan lokasi pekerjaan dipimpin Pejabat Pembuat Komitmen Rumah Susun dan Rumah Khusus Satker Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Sumatera Barat, Ridho Ruzika, bersama Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Agam, Rinaldi.
Rinaldi mengatakan pembangunan huntap merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk mempercepat proses pemulihan masyarakat yang terdampak bencana.
Menurutnya, penyediaan hunian bukan sekadar membangun rumah, tetapi juga memberikan kepastian tempat tinggal agar masyarakat dapat kembali menata kehidupannya.
“Pembangunan Huntap ini tidak hanya berkaitan dengan penyediaan rumah, tetapi juga merupakan bagian dari proses pemulihan masyarakat agar dapat kembali menjalani kehidupan secara aman dan layak,” ujar Rinaldi, dikutip dari laman resmi Pemkab Agam.
Sementara itu, Ridho Ruzika menekankan agar seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Koordinasi antara pemerintah, pelaksana pekerjaan, aparat keamanan, pemerintah nagari, serta masyarakat dinilai penting untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan aman, tertib, dan lancar.
Pembangunan huntap di Kabupaten Agam juga bukan kali pertama dilakukan pada tahun ini.
Sebelumnya, di Kecamatan Palembayan, tepatnya di Jorong Kayu Pasak, BNPB telah melakukan peletakan batu pertama pembangunan huntap mandiri pada April 2026.
Pembangunan huntap di Jorong Kayu Pasak menggunakan Sepablock, inovasi bahan bangunan yang diinisiasi oleh PT Semen Padang.
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera turut mengawal koordinasi pembangunan huntap di Kabupaten Agam.
Pengawalan tersebut diarahkan untuk memastikan kesiapan lahan, ketepatan sasaran penerima manfaat, serta pembangunan rumah dan infrastruktur pendukung dapat berjalan secara terpadu.
Dengan dimulainya pembangunan 80 unit di Nagari III Koto Silungkang, pemerintah berharap proses pemulihan masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Agam dapat terus dipercepat.
Pembangunan huntap diharapkan tidak hanya menghadirkan tempat tinggal baru, tetapi juga memberikan rasa aman dan kepastian bagi masyarakat untuk kembali membangun kehidupan pascabencana.***

BERITA TERKAIT
Pembunuhan Siswi MTs, Pelaku Ditangkap di Langsa
ACEHEvaluasi Progres Huntara, Bupati Al-Farlaky Dorong Percepatan Penyelesaian
ACEHBupati Aceh Timur Temui Mendagri Tito Karnavian, Percepat Rehabilitasi dan Penyaluran Bantuan Pascabanjir
PEMERINTAHAN