BIREUN – Sebanyak 130 anak di Kecamatan Simpang Mamplam, Kabupaten Bireuen, Aceh, diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Para siswa yang terdampak berasal dari jenjang TK, SD, SMP, serta balita di bawah usia lima tahun.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen, Irwan, menyampaikan peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (26/02/2026). Ia menjelaskan, para siswa mengambil paket MBG di sekolah masing-masing pada sore hari. Sejumlah anak yang sedang berpuasa baru mengonsumsi makanan tersebut saat berbuka.
“Beberapa jam setelah makan, muncul keluhan seperti sakit perut, mual, muntah, pusing, dan diare. Rata-rata yang muntah diketahui mengonsumsi menu bakso,” ujar Irwan saat dikonfirmasi, Jumat (27/02/2026).
Menurut data Dinas Kesehatan, kasus muncul secara bertahap sejak malam hingga dini hari. Gejala tidak dialami secara bersamaan. “Ada yang mulai merasakan keluhan sekitar pukul 21.00 WIB dan berlanjut hingga tengah malam,” katanya.
Orangtua kemudian membawa anak-anak mereka ke sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD dr Fauziah, BMC, Jeumpa Hospital, serta rumah sakit di wilayah Pidie Jaya. Sebagian pasien menjalani perawatan, sementara lainnya telah diperbolehkan pulang karena kondisi berangsur membaik.
Irwan mengimbau pengelola dapur MBG di Bireuen untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terkait kebersihan proses pengolahan dan pengemasan makanan guna mencegah kejadian serupa.
Terpisah, Koordinator Wilayah Regional SPPG Aceh untuk Kabupaten Bireuen, Ignatia Samosir, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyatakan situasi saat ini mulai kondusif dan pihaknya masih melakukan pemantauan serta evaluasi.
Ignatia mengaku belum mengetahui secara rinci waktu pasti kejadian. Berdasarkan laporan yang diterimanya, para siswa mulai dibawa ke fasilitas kesehatan setelah pelaksanaan shalat tarawih.
“Jumlah pastinya masih dalam pendataan karena ada yang dirawat dan ada yang hanya diperiksa lalu kembali ke rumah,” ujarnya.



Komentar